BeritaLokal, Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda sektor manufaktur dan industri padat karya menunjukkan dampak signifikan terhadap ekonomi lokal. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andy Ahmad Zaelany, mengungkapkan bahwa faktor-faktor seperti tekanan geopolitik, pelemahan rupiah, dan disrupsi teknologi menjadi pemicu utama kekeringan pasar.
Selain itu, perubahan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi berbasis mesin menciptakan ketegangan dalam persaingan industri. “Konflik geopolitik antara Iran, AS, dan Israel menekan aktivitas ekonomi global, termasuk Indonesia,” kata Andy di sela sesi diskusi. Dampaknya terlihat dari perlambatan ekonomi yang disertai penurunan permintaan pasar.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga memperparah beban industri karena kenaikan harga bahan baku impor. Biaya operasional perusahaan meningkat, sehingga tekanan pada keuntungan dan margin kerja menjadi lebih berat. “Perusahaan mulai mengalihkan sumber daya ke tenaga kerja dengan keterampilan spesifik dan usia muda,” tambah Andy.
Pada sektor manufaktur, industri padat karya, serta pertekstilan, dampak PHK menciptakan ketidakstabilan sosial. Migrasi pekerja ke sektor informal, seperti ojek online, menjadi solusi terbaik bagi korban PHK yang kesulitan menemukan pekerjaan formal. Namun, ketergantungan pada tenaga kerja di luar sumber daya manusia membuka peluang penurunan daya beli rumah tangga akibat pendapatan per orang mengalami penurunan.
Untuk meredam dampak sosial dan ekonomi, pemerintah ditekan untuk memperkuat jaring pengaman pekerja. Andy menyarankan pemberian pesangon sesuai ketentuan dan akses mudah terhadap program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Selain itu, upskilling dan reskilling menjadi kunci agar para pekerja bisa beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Di sisi lain, pemerintah perlu mendorong pertumbuhan wirausaha baru melalui kemudahan perizinan dan pembiayaan. “Langkah-langkah ini penting untuk menampung korban PHK dan mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat,” kata Andy.
BeritaLokal, Jakarta, Gelombang PHK yang terus berlanjut memperlihatkan kebutuhan kewajiban pemerintah dalam memastikan stabilitas ekonomi dan sosial. Dampaknya masih terus berkembang, sehingga perlu pendekatan serius dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi sektor industri.