BeritaLokal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkuat peran sektor perbankan sebagai penggerak ekonomi nasional, dengan menegaskan bahwa bank-bank milik negara (Himbara) harus berkontribusi lebih besar dalam mendorong pemerataan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan saat Presiden menghadiri pertemuan dengan jajaran pimpinan bank Himbara pada 18 Juni 2026, di Jakarta.
Pada acara tersebut, Prabowo menekankan bahwa perbankan patriotik adalah konsep baru yang perlu diadopsi untuk memastikan kesejahteraan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Presiden, Himbara harus tidak hanya berfokus pada laba tetapi juga menggarap sektor produktif dan membuka akses pembiayaan yang lebih adil.
“Bank-bank milik negara harus menjadi pilar ekonomi yang memperkuat pemerataan dan inklusivitas,” kata Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, dalam keterangannya. Konsep ini menyentuh kebutuhan pelaku UMKM untuk mendapatkan pembiayaan yang lebih mudah dijangkau dan adil.
Ketua Bakom menjelaskan bahwa perbankan patriotik tidak hanya mengukur laba tetapi juga menilai kontribusi terhadap pemerataan ekonomi. Prabowo meminta Himbara aktif turun langsung ke tengah masyarakat, membantu pelaku usaha memahami kebutuhan mereka dan membuka akses pembiayaan. “Bank-bank BUMN harus hadir di tengah masyarakat untuk mendukung pertumbuhan usaha produktif,” kata Qodari.
Namun, Prabowo tetap menegaskan bahwa perluasan fungsi sosial Himbara tidak boleh mengorbankan kesehatan industri perbankan. Pemerintah memastikan bank-bank pelat merah dikelola secara profesional dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik. “Kita tetap berjalan dengan profesionalisme tinggi dan tata kelola yang terstruktur,” jelas Qodari.
Pernyataan ini disambungkan dengan harapan bahwa kekuatan ekonomi negara dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan, memperkuat UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Prabowo menekankan bahwa perbankan harus menjadi alat pemberdayaan masyarakat, bukan hanya sebagai penghasil keuntungan.
Sementara itu, acara tersebut juga dihadiri pelaku usaha yang ingin berpartisipasi dalam program pembiayaan baru. Kehadiran mereka menunjukkan momentum baru dalam transformasi ekonomi nasional, dengan perbankan menjadi pilar utama dalam memperkuat perekonomian rakyat.