BeritaLokal, Jakarta – Kurs rupiah terus melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026), mencapai 17.859 per dolar AS, setelah berbagai faktor eksternal memperkuat ketidakpastian global. Pergerakan mata uang Garuda ini menjadi bagian dari dinamika politik dan kebijakan moneter yang terus mengguncang pasar internasional.
Selain dampak dari ketegangan AS-Iran, penguatan indeks dolar AS juga memperbesar tekanan pada rupiah. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menilai pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh risiko geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter The Fed. “Rupiah diperkirakan melemah tipis dengan kisaran Rp 17.810-Rp 17.860, terutama karena perbedaan pandangan antara pelaku pasar terhadap tren harga minyak dunia dan indeks dollar,” kata Rully dalam wawancara dengan Antara.
Ketegangan antara AS dan Iran memunculkan isu serangan terhadap Teheran jika tidak menekan kelompok sekutu di Lebanon. Pernyataan Presiden Donald Trump mengarahkan pelaku pasar ke kewaspadaan, bahkan menyebabkan delegasi Iran meninggalkan ruang perundingan sebelum akhirnya memutus partisipasi mereka dalam empat pihak yang melibatkan AS, Qatar, dan Pakistan. Hal ini membuat rupiah terkena tekanan tambahan dari ketegangan politik di Timur Tengah.
Sementara itu, The Fed tetap menjaga sikap hawkish untuk mengendalikan inflasi, meski ekspektasi kenaikan suku bunga satu kali lagi pada tahun ini memperkuat penguatan dollar AS. Rully menyebutkan bahwa kebijakan moneter ini menjadi faktor dominan dalam menekan potensi penguatan rupiah jangka pendek. Pemerintah juga siap meluncurkan paket stimulus ekonomi untuk Semester II 2026, dengan anggaran Rp 26,34 triliun, termasuk insentif transportasi, program magang, dan bantuan pangan.
Pergerakan rupiah terus dipengaruhi oleh dinamika global yang tidak kunjung selesai. Meski harga minyak dunia mengalami penurunan, risiko geopolitik masih menjadi faktor utama bagi investor. Dengan demikian, kebijakan moneter dan kondisi politik terus memengaruhi arah pergerakan rupiah di tengah krisis keuangan global yang terus berlarut.