BeritaLokal, Jakarta – Media sosial sering dianggap sebagai tempat berbagi kebahagiaan pribadi, tetapi sejumlah kuis yang viral juga bisa menjadi alat curi data sensitif. Dalam waktu tidak terlalu lama, pengguna media sosial sering terpapar pertanyaan seperti “apa nama hewan peliharaan pertamamu?” atau “nama kandung ibu,” yang berpotensi merusak keamanan akun mereka.
Berdasarkan wawancara dengan Yegor Sak, CEO perusahaan VPN Windscribe, jenis kuis ini bisa menjadi sarana untuk menipu pengguna. Menurutnya, taktik psikologis dalam membuat pertanyaan tersebut bertujuan memperkuat kepercayaan pengguna terhadap akun yang mereka gunakan. “Kuis ini tidak selalu berbentuk peretasan teknis, tapi lebih menargetkan kelemahan psikologis pengguna,” kata Sak dalam wawancara dengan media lokal.
Pertanyaan yang diberikan sengaja disusun agar terlihat ringan dan tidak mengganggu. Misalnya, pertanyaan tentang “apa warna kain pakaianmu?” atau “apakah kamu pernah menonton film favoritmu?” bisa menjadi alat untuk mengumpulkan data sensitif seperti nomor kartu kredit atau informasi akun bank. Dalam 2020, sekitar 10 juta pengguna media sosial terkena serangan serupa, menurut laporan Yegor Sak.
Kuis ini tidak hanya berpotensi mengambil data perbankan, tetapi juga informasi pribadi lainnya. “Pertanyaan yang sederhana bisa menjadi pintu masuk ke data sensitif,” jelas Sak. Hal ini sering terjadi karena pengguna jarang memperhatikan detail keamanan akun mereka.
Dalam dunia teknologi, keamanan data pribadi semakin penting. Para ahli menyarankan agar pengguna tidak membagi informasi sensitif di media sosial tanpa memahami risiko yang terkait. “Tidak semua pertanyaan di medsos boleh disebut sebagai ‘tes kepribadian’,” kata seorang teknisi dari perusahaan keamanan data.
Dengan meningkatnya frekuensi kuis viral, pengguna media sosial perlu lebih waspada. Jika terdapat pertanyaan yang meminta informasi sensitif tanpa alasan yang jelas, segera tanyakan ke ahli atau lakukan aktivitas pemeriksaan keamanan.
BeritaLokal, Jakarta, Dalam dunia digital, setiap langkah berbagi bisa menjadi risiko. Kuis media sosial, meski terlihat sederhana, justru bisa menjadi alat untuk mengambil data sensitif yang seharusnya dijaga keamanannya.