BeritaLokal, Jakarta – Jeff Bezos, pendiri perusahaan e-commerce Amazon, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan menggantikan tenaga kerja manusia, tetapi justru akan membuka peluang baru untuk memperkuat permintaan pekerjaan. Menurutnya, AI akan menjadi alat yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak posisi kerja daripada mengganti orang-orang yang saat ini bekerja di sektor tradisional. Pernyataan ini bertentangan dengan beberapa tokoh teknologi lain, termasuk mantan perdana menteri Inggris Rishi Sunak, yang menyatakan AI bisa merusak lapangan kerja dan mengganggu keseimbangan ekonomi.
Bezos, dalam sebuah konferensi teknologi di Paris, menegaskan bahwa AI akan meningkatkan produktivitas manusia tanpa memerlukan perubahan besar pada struktur pekerjaan. Ia menyebut AI sebagai “alat yang membantu manusia mengembangkan kekuatan mereka” dan menekankan bahwa hambatan yang muncul di industri sekarang bisa dihilangkan dengan teknologi. Meski demikian, ia mempertanyakan khawatir yang terjadi pada generasi muda tentang dampak AI terhadap lapangan kerja.
Bezos kembali menduduki posisi CEO setelah mengundurkan diri dari Amazon pada 2021, sekaligus menjadi co-CEO startup kecerdasan buatan Prometheus, yang memfokuskan diri pada pengembangan model AI untuk tugas fisik seperti desain produk dan produksi. Ia menegaskan bahwa perannya sebagai pemimpin startup ini adalah pengalaman “Type 2 fun”, kesenangan yang hanya terasa setelah menghadapi tantangan berat.
Selain itu, Bezos juga menyampaikan visi jangka panjang untuk eksplorasi ruang angkasa di pameran teknologi VivaTech Paris. Ia menegaskan bahwa akses ke bulan dan Bumi lainnya tetap menjadi titik awal penting dalam pengembangan ekonomi antariksa. Bezos mengungkapkan, misalnya, bahwa teknologi elektrolisis bisa memungkinkan sumber daya bulan digunakan untuk mengisi bahan bakar roket.
Pertama kali kembali menjadi CEO setelah beberapa tahun, Bezos tetap aktif terlibat dalam aktivitas di Amazon, Blue Origin, dan Prometheus. Ia menegaskan bahwa perannya sebagai pemimpin startup ini memberi dia pengalaman baru dan kepuasan yang tidak bisa digantikan oleh jadwal kerja yang padat.
Sementara itu, kongres Serikat Buruh Inggris memperingatkan bahwa AI bisa mengulangi “bencana deindustrialisasi” jika penekanan pada ekonomi digital terlalu kuat dan lapangan kerja tradisional diabaikan. Namun, mereka juga menegaskan bahwa AI memiliki potensi transformatif jika dikembangkan dengan baik, sehingga pekerja bisa memperoleh manfaat dari peningkatan produktivitas.
Bezos kembali menduduki posisi CEO sebagai bagian dari keputusan pribadi, meski tantangan dalam mengelola startup baru itu tidak mudah. Dengan visi jangka panjang yang mencakup teknologi, eksplorasi ruang angkasa, dan inovasi di sektor manufaktur fisik, ia menunjukkan bahwa AI bukan hanya menjadi alat pengganti manusia, tetapi juga peluang untuk memperkuat ekonomi dan lapangan kerja.