BeritaLokal, Jakarta – Komisi Eropa meminta Meta, perusahaan teknologi ternama yang mengelola aplikasi pesan instan WhatsApp, untuk membuka kembali akses bagi chatbot Artificial Intelligence (AI) pihak ketiga di platform tersebut secara gratis. Tindakan ini menjadi bagian dari upaya otoritas regulasi Eropa untuk mencegah dominasi absolut Meta dalam pasar digital, yang dituding menghambat keadilan kompetisi di bidang AI.
Pengembangan industri AI di Eropa terus mempercepat, namun perusahaan teknologi berbasis pendapat ini telah menutup akses bagi pihak ketiga sejak November 2025. Dengan menghambat penggunaan chatbot AI eksternal, Meta memberikan keuntungan bersifat eksklusif kepada produknya sendiri, yang diakui sebagai teknologi generatif terbaik. Tindakan ini mendapat respons negatif dari Komisi Eropa, yang menyebutkan bahwa metode sepihak tersebut melanggar hukum antimonopoli.
Menyadari risiko regulasi, Meta telah memperkuat strategi dengan menerapkan biaya tambahan untuk pengembang AI pihak ketiga yang ingin mengintegrasikan fitur AI ke WhatsApp. Namun, langkah ini gagal menjamin kesetaraan karena Komisi Eropa menilai kebijakan tersebut memiliki dampak serupa pada pemblokiran total sebelumnya. Pemungutan biaya dianggap sengaja dirancang untuk mencekik pengembang independen secara finansial.
Komisi Eropa mengumumkan langkah darurat pada Desember 2025, dengan menetapkan batas waktu 31 Oktober 2025 sebelum Meta memperbolehkan akses tanpa biaya. Peraturan ini bertujuan untuk mencegah kerusakan serius pada lanskap pasar digital Eropa akibat tindakan sepihak Meta.
Dalam pernyataan resmi, Komisi Eropa menekankan bahwa pengembangan AI di masa depan membutuhkan transparansi dan persaingan adil. “Kesadaran akan pentingnya keadilan pasar tidak bisa ditunda lagi,” kata sumber internal otoritas. Meta kini terancam menghadapi tuntutan hukum yang lebih ketat, dengan penjelasan bahwa mereka harus mematuhi peraturan sebelum deadline tersebut.
Pertumbuhan teknologi AI di Eropa menunjukkan bahwa keberadaan Meta sebagai pionir dalam bidang ini memiliki dampak besar. Tindakan otoritas Eropa mengingatkan bahwa dominasi teknis bisa mengganggu kesehatan pasar, terutama bagi negara-negara yang sedang berkembang. Dalam skenario terburuk, keputusan akhir mungkin memerlukan waktu hingga beberapa tahun untuk menyelesaikan konflik ini.