Piala Dunia 2026 Jadi Ladang Cuan Baru Coinbase

BeritaLokal, Jakarta – Piala Dunia FIFA 2026, yang akan berlangsung di Meksiko pada 2026, tidak hanya menjadi event olahraga global terbesar, tapi juga potensial penggerak ekonomi baru untuk sektor kripto. Firma riset Bernstein memperkirakan pasar prediksi global bisa mengalami peningkatan hingga US$ 5 miliar hingga US$ 10 miliar dari event ini. Coinbase, platform kripto terbesar, diperkirakan menjadi pihak utama yang mendapat manfaat besar dari tren tersebut.

Pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 akan diadakan antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Azteca, dengan format pertandingan sebanyak 104 laga selama sekitar satu bulan. Diketahui bahwa aktivitas prediksi hasil pertandingan semakin meningkat, terutama kategori olahraga yang dominan dalam pasar prediksi global. Laporan Bitget Wallet dan Polymarket menunjukkan volume transaksi bulanan hampir mencapai US$ 26 miliar pada April 2026, dengan lebih dari 80 persen pelaku pasar berasal dari investor ritel.

Kategori olahraga menyumbang sekitar 39% total volume pasar prediksi di Maret 2026, menjadikan kategori ini sebagai salah satu dominan di banyak platform prediksi. Coinbase, yang telah meraih pendapatan tahunan US$ 100 juta pada Maret 2026, memperkuat posisi strategisnya dengan kerja sama dengan Kalshi, perusahaan teknologi. Perusahaan juga mengembangkan bisnis derivatif kripto, seperti akses kontrak perpetual futures global untuk pengguna AS, dan menyatukan layanan dengan Deribit, bursa derivatif kripto bernilai US$ 2,9 miliar.

Brian Armstrong, CEO Coinbase, menegaskan bahwa persetujuan akses ke platform perpetual futures kripto global membuat Coinbase menjadi pionir di AS dalam bidang ini. Regulasi yang ketat selama beberapa tahun terakhir mempercepat perkembangan derivatif kripto di luar negeri, sementara sebagian investor asal AS masih mencari akses melalui platform internasional.

Pertumbuhan pasar prediksi juga dipengaruhi oleh adanya momentum besar seperti Piala Dunia 2026. Robinhood, yang tengah meluncurkan Rothera, platform bursa dan kliring pasar prediksi dengan lisensi CFTC AS, diperkirakan meraup pendapatan US$ 586 juta pada 2026. Perubahan regulasi AS, seperti rancangan aturan CFTC yang menyebut kontrak olahraga tidak bertentangan dengan kepentingan publik, diharapkan membuka peluang pertumbuhan lebih besar untuk industri ini.

Sementara itu, FIFA memproyeksikan jumlah penonton Piala Dunia 2026 mencapai 6 miliar di seluruh dunia, meningkat dari 5 miliar pada Piala Dunia Qatar 2022. Dengan semakin tingginya minat penggemar olahraga terhadap prediksi hasil pertandingan, perusahaan kripto seperti Coinbase dan Robinhood berada di posisi strategis untuk memanfaatkan tren ini.

Pertumbuhan pasar prediksi global diperkuat oleh kebutuhan investor ritel untuk memiliki akses langsung ke instrumen finansial yang lebih terjangkau. Dengan adanya event besar seperti Piala Dunia 2026, sektor kripto diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pilihan investasi yang menarik.