BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah tengahi menghitung ulang kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaannya. Meski belum menetapkan besaran anggaran yang akhirnya akan disesuaikan, pemerintah memastikan keputusan akhir mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan telah menerima informasi terkait rencana penyesuaian anggaran MBG, namun belum memberikan detail spesifik. Ia meminta publik menunggu penjelasan lebih lanjut dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, yang akan mengungkapkan hasil evaluasi dan arah kebijakan program ke depan.
Evaluasi tersebut bertujuan memastikan penggunaan anggaran lebih efisien dan tepat sasaran, seiring upaya pemerintah memperbaiki tata kelola program prioritas Presiden Prabowo. Anggaran awal MBG sebesar Rp 268 triliun untuk tahun 2026 kini tengah dikaji ulang berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
Dalam proses penataan, pemerintah juga melakukan refocusing penerima manfaat, termasuk menyesuaikan distribusi program ke sekolah-sekolah berdasarkan data terbaru dan tingkat prioritas penerima. Langkah ini bertujuan meningkatkan cakupan MBG untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) dalam dua pekan mendatang.
Selain itu, pemerintah berharap program MBG dapat menjadi lebih efektif dalam memberikan manfaat bagi masyarakat yang paling membutuhkannya. Dapur Kebayunan, mitra mandiri BGN, diperkirakan mampu menghasilkan 16.203 paket MBG setiap hari.
Pemerintah memperkirakan proses penataan program akan selesai dalam satu bulan ke depan. Dengan demikian, pihaknya berharap evaluasi ini dapat memberikan wawasan lebih komprehensif tentang kebutuhan anggaran MBG dan mengoptimalkan pengelolaannya.
Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penyesuaian anggaran masih dalam proses perhitungan bersama Kementerian Keuangan dan BGN. Ia menekankan pentingnya koordinasi untuk memastikan kepastian data dan prioritas program sebelum keputusan akhir disepakati.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap program MBG dapat terus berjalan dalam skala yang lebih optimal, memberikan manfaat bagi masyarakat secara merata dan efisien.