BeritaLokal, Jakarta – Stasiun Gambir, ikon transportasi kereta api di ibukota, bakal mengalami perubahan signifikan dalam dua tahun mendatang. Perubahan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, dalam wawancara dengan wartawan. Proyek renovasi total yang diusulkan bertujuan untuk memperkuat fasilitas transportasi publik dan mengembangkan Stasiun Gambir sebagai pusat pelayanan modern.
“Stasiun Gambir akan menjadi pusat transportasi yang lebih modern, dengan integrasi antarmoda yang lebih masif,” kata Bobby di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6). Pemerintah dan PT KAI menegaskan komitmen percepatan proyek ini, mengingat instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk segera dieksekusi.
Proyek renovasi akan memperbaiki infrastruktur stasiun, termasuk integrasi dengan KRL Commuter Line. Bobby menjelaskan bahwa Stasiun Gambir tidak hanya melayani kereta api jarak jauh, tetapi juga menjadi titik terhubung antara berbagai moda transportasi. “Nanti kita integrasikan dengan KRL,” katanya.
Selain itu, perubahan ini bertujuan memperkuat posisi Stasiun Gambir sebagai stasiun sentral utama dalam skala nasional. Bobby menegaskan bahwa Stasiun Manggarai tetap berfungsi sebagai pusat pelayanan transportasi, meskipun proyek baru akan mengoptimalkan fungsi kawasan tersebut. “Manggarai jadi hub, iya,” kata dia.
Proyek renovasi juga dirancang untuk mempertahankan identitas Stasiun Gambir sebagai gerbang utama transportasi di Jakarta. Bobby menekankan bahwa perubahan ini tidak mengalihkan fungsi kawasan tersebut, tetapi membawa Stasiun Gambir ke tingkat nasional. “Bukan. Dia nanti akan jadi stasiun yang nasional, National Station-nya kita,” ujarnya.
Pengembangan proyek ini diharapkan mempercepat pelayanan pengguna jasa transportasi kereta api dan meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan warga Jakarta. Proses renovasi akan berlangsung cepat karena mendapat dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Reporter: Nur Habibie