BI Rate Naik, Emiten Bank Ini Fokus Jaga Margin Bunga 5%

BeritaLokal, Jakarta – PT Bank Mestika Dharma Tbk memastikan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tidak mengganggu stabilitas operasional perseroan sepanjang 2026. Sekretaris Perusahaan PT Bank Mestika Dharma Tbk, Suharto Kurniawan, menyampaikan bahwa keputusan BI menaikkan BI Rate merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan makroekonomi nasional.

Bank swasta ini akan mengandalkan peningkatan dana murah atau current account savings account (CASA) sebagai alat utama dalam menjaga efisiensi biaya dana dan mempertahankan margin bunga bersih (NIM). Suharto menekankan bahwa strategi ini bertujuan untuk mencegah tekanan berlebih pada nasabah debitur, terutama dalam situasi suku bunga yang meningkat. “Kita akan fokus pada optimisasi penghimpunan dana murah agar biaya dana tetap efisien,” kata Suharto dalam Public Expose Live 2026.

Pihak Bank Mestika Dharma juga memperkirakan bahwa penyesuaian suku bunga kredit akan dilakukan secara bertahap, mengingat pentingnya menjaga kualitas aset dan mencegah tekanan terhadap nasabah. “Kami tetap memantau perkembangan pasar sebelum menetapkan perubahan bunga kredit,” kata Suharto. Bank merencanakan pengelolaan suku bunga kredit yang lebih selektif, sementara CASA akan menjadi prioritas utama dalam menjaga tingkat NIM pada 4,5-5%.

Selain itu, Bank Mestika Dharma menegaskan target peningkatan NIM sebesar 5% dan CASA sekitar 50%, meski kenaikan BI Rate mencapai 75 basis poin dalam waktu singkat. Suharto mengatakan bahwa langkah antisipasi sudah dilakukan melalui penguatan dana murah dan pengelolaan bunga kredit yang lebih ketat. “Kami tidak akan secara agresif menaikkan suku bunga kredit, tetapi fokus pada peningkatan CASA untuk menjaga keunggulan margin bunga,” terangnya.

Dalam pergerakan pasar saham, IHSG mengalami penguatan sebesar 433 saham pada Senin (9/2/2026), sementara 252 saham melemah dan 136 stagnan. Bank Mestika Dharma berharap strategi penyesuaian bunga yang bertahap dapat memastikan keberlanjutan bisnis sepanjang tahun 2026.