Strategi GMF Penuhi Ketentuan Free Float

BeritaLokal, Jakarta – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) sedang mempersiapkan strategi untuk memenuhi ketentuan free float yang ditetapkan regulator sebelum tenggat waktu Maret 2027. Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, mengatakan bahwa perusahaan tengah merumuskan dua skema utama sebagai langkah strategis dalam proses penyesuaian struktur kepemilikan saham.

Selain pelepasan sebagian kepemilikan saham oleh pemegang saham eksisting ke publik, GMF juga mempertimbangkan pelaksanaan rights issue-penawaran jual saham kepada pemodal baru dengan syarat tertentu. “Ada dua strategi utama untuk mengatasi ketentuan free float ini,” kata Andi dalam Public Expose Live 2026, Rabu (10/6/2026). Pemegang saham GMF, termasuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Danantara, sedang berkoordinasi untuk menentukan mekanisme yang akan ditempuh.

Keputusan akhir akan dipertimbangkan dalam beberapa aspek, seperti kepentingan perusahaan, pemegang saham, serta kewajiban terhadap regulasi pasar modal. GMF optimistis proses penyesuaian dapat berjalan lancar dengan persiapan yang lebih awal. “Kami sedang intens berdiskusi dengan pemegang saham kami, baik dengan Garuda maupun Danantara. Tapi yang pasti, untuk mengantisipasi aturan di Maret 2027, kami sudah punya rencana,” ujarnya.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyesuaikan peraturan terkait free float seiring revisi aturan yang ditetapkan. BEI mengubah definisi saham free float, menaikkan batas minimumnya dari 10% menjadi 15%. Selain itu, persyaratan pencatatan awal saham di bursa dipindahkan ke basis kapitalisasi pasar dengan tiga tingkatan: 15%, 20%, dan 25% dari jumlah saham yang akan dicatatkan. BEI juga menetapkan ketentuan spesifik untuk calon perusahaan tercatat, seperti penawaran umum pada nilai tertentu.

Perubahan ini berlaku sejak Selasa, 31 Maret 2026, setelah melalui proses Rule Making Rule (RMR) dan mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan revisi tersebut, BEI bertujuan memperkuat transparansi dan keterbukaan pasar modal.

Kedua peristiwa ini menunjukkan penyesuaian yang dinamis dalam regulasi pasar saham, mengingat tantangan terkait kepatuhan dan efisiensi dalam manajemen kepemilikan saham. GMF dan BEI bersinergi untuk memastikan bahwa proses penyesuaian dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

error: Content is protected !!