BeritaLokal, Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) bakal menggelar RUPSLB untuk memperoleh persetujuan pemegang saham terkait pembelian kembali saham (buyback) sebesar maksimal Rp 8 triliun. Aksi ini akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diawali dengan penerbitan POJK Nomor 29/2023, yang menetapkan aturan transparan untuk pelaksanaan buyback saham.
Selain itu, ASII menyatakan komitmen untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Buyback saham akan dilakukan secara bertahap, dengan dana internal perseroan sebagai sumber pendanaan. Perseroan menekankan bahwa transaksi ini tidak menciptakan dampak negatif terhadap kinerja keuangan atau operasional perusahaan. Jumlah saham yang dibeli kembali maksimal 10% dari modal disetor, dan perseroan memastikan minimal 15% saham free float di pasar setelah transaksi.
Pelaksanaan buyback saham akan berlangsung mulai 20 Juli 2026 hingga 16 Juli 2027. Aksi ini juga memperhatikan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas, serta Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2023. Perseroan menegaskan bahwa saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai saham treasuri dan dialihkan sesuai ketentuan peraturan.
Dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 17 Juli 2026, pemegang saham akan mendiskusikan rencana buyback. ASII juga menekankan bahwa transaksi ini bertujuan untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan sekaligus meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham. Dengan mengandalkan dana internal, perseroan diharapkan dapat mempertahankan fleksibilitas dalam mendanai proyek pertumbuhan dan menjamin stabilitas finansial.
Sementara itu, perusahaan berperilaku transparan dalam proses ini. Dalam keterbukaan informasi BEI, disebutkan bahwa pelaksanaan buyback saham akan dihentikan jika diperlukan. Pemegang saham juga dapat menolak aksi ini dengan mengajukan permintaan keputusan RUPSLB. Dengan demikian, buyback saham menjadi bagian dari strategi diversifikasi modal ASII untuk menjawab dinamika pasar sekaligus memenuhi kewajiban investasi jangka panjang.