IHSG Ditutup Menguat di 6.195, Ini Kata Analis

beritalokal.my.id, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan usai libur panjang, pada perdagangan saham Selasa, (2/6/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah transaksi harian saham di atas Rp 20 triliun dan sektor saham transportasi pimpin koreksi.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 1,11% menjadi 6.195,42. Indeks LQ45 bertambah 1,33% menjadi 619,27. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup naik 1,1% yang didorong sektor saham energi dan perbankan. “Dari sisi lain emiten-emiten konglomerasi juga menguat hari ini, kemudian dari global investor masih mencermati perkembangan Amerika Serikat-Iran yang masih dalam tahapan negosiasi, lalu nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat,” kata dia saat dihubungi beritalokal.my.id.

Pada Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.264,26 dan level terendah 6.143,62. Sebanyak 281 saham menguat sehingga menahan kenaikan IHSG. 389 saham melemah dan 147 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.572.956 kali dengan volume perdagangan saham 31,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.817.

Dari 11 sektor saham, empat sektor saham menghijau. Sektor saham energi naik 1,61%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 1,32%, sektor saham keuangan bertambah 0,27% dan sektor saham infrastruktur menanjak 0,64%.

Selain itu, sektor saham transportasi tergelincir 3,33%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri melemah 0,64%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,25%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,09%.

Kemudian sektor saham kesehatan turun 2,26%, sektor saham properti merosot 1,04%, sektor saham teknologi susut 1,08%.

 

Gerak Saham

PerbesarPekerja tengah melintas di bawah layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Selasa (16/5/2023). (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

Usai libur panjang, saham OASA melemah 0,57% menjadi Rp 350 per saham. Saham OASA dibuka turun dua poin menjadi Rp 350 per saham. Harga saham OASA berada di level tertinggi Rp 372 dan terendah Rp 344 per saham. Saham OASA berada di level tertinggi Rp 372 dan terendah Rp 344 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.536 kali dengan volume perdagangan 360.548 saham. Nilai transaksi Rp 12,8 miliar.

Harga saham ERAA ditutup naik 1,07% menjadi Rp 378 per saham. Harga saham ERAA dibuka bertambah menjadi Rp 380 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 374 per saham. Saham ERAA berada di level tertinggi Rp 384 dan terendah Rp 378 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.919 kali dengan volume perdagangan saham 237.427 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9 miliar.

Harga saham UNVR terpangkas 2,63% menjadi Rp 1.665 per saham. Saham UNVR dibuka stagnan di Rp 1.710 per saham. Harga saham UNVR berada di level tertinggi Rp 1.710 dan terendah Rp 1.635 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.526 kali dengan volume perdagangan saham 339.312 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 56,4 miliar.

Top Gainers-Losers

PerbesarLayar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (beritalokal.my.id/Faizal Fanani)

Saham-saham LQ45 yang catat top gainers antara lain:

  • Saham CUAN naik 24,60%
  • Saham AMRT naik 20%
  • Saham AMMN naik 17,88%
  • Saham MEDC naik 8,3%
  • Saham SMGR naik 4,44%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham ADMR melemah 5,23%
  • Saham INDF melemah 5,05%
  • Saham CPIN melemah 4,92%
  • Saham ICBP melemah 4,23%
  • Saham BUMI melemah 4,17%

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BRPT tercatat 149.358 kali
  • Saham AMMN tercatat 62.545 kali
  • Saham BUMI tercatat 62.474 kali
  • Saham BBCA tercatat 55.396 kali
  • Saham BBRI tercatat 49.510 kali

 


  • Saham BBCA senilai Rp 2 triliun
  • Saham BRPT senilai Rp 2 triliun
  • Saham AMMN senilai Rp 1,6 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 969,4 miliar



error: Content is protected !!