beritalokal.my.id, Washington D.C – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Senin (1/6/2026) bahwa Israel dan kelompok Lebanon Hizbullah telah sepakat untuk menghentikan serangan satu sama lain.
Di platform Truth Social, Trump mengatakan bahwa dia telah melakukan “perbincangan yang sangat produktif lewat saluran telepon” dengan PM Israel Benjamin Netanyahu dan menerima jaminan bahwa Tel Aviv tidak akan mengirim pasukan ke Beirut.
“Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut, dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan,” kata Trump, dikutip dari laman Antara News, Selasa (2/6).
Presiden AS itu mengatakan bahwa melalui perantara senior, ia telah berkomunikasi dengan Hizbullah dan mendapatkan komitmen mereka untuk menghentikan permusuhan.
“Demikian pula, melalui perwakilan tingkat tinggi, saya melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Hizbullah, dan mereka setuju bahwa semua penembakan akan berhenti — bahwa Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel,” ujar Trump.
Israel terus menyerang Lebanon di tengah gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April dan diperpanjang selama 45 hari setelah pembicaraan tidak langsung yang dimediasi oleh AS.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 3.400 orang di seluruh negeri.
