Dogecoin Gandeng Paxos, Sekarang Jangkau 150 Negara

BeritaLokal, Jakarta – Dogecoin mengambil langkah strategis untuk memperluas jangkauannya global dengan kerja sama resmi dengan Paxos, perusahaan infrastruktur kripto yang melayani sejumlah raksasa industri seperti PayPal dan Venmo. Perjanjian ini berpotensi mempercepat adopsi Dogecoin di lebih dari 150 negara, menembus pasar yang belum terbuka secara komersial saat ini.

Dikutip dari CoinMarketCap, kerjasama antara House of Doge dan Paxos resmi berlaku pada Juni 2026. Dengan integrasi ini, Dogecoin akan tergabung dalam sistem kustodian dan layanan pialang Paxos, memungkinkan pengguna global mengakses aset digital secara lebih mudah. Pihak Paxos akan menyediakan infrastruktur penting seperti layanan penyimpanan aset (custody), manajemen likuiditas, serta dukungan kepatuhan terhadap regulasi di berbagai negara.

Pimpinan divisi kripto Paxos, Nick Robnett, mengatakan bahwa kerja sama ini menunjukkan antusiasme kuat terhadap peluang ekspansi produk aset digital bagi para klien. “Kemitraan ini merupakan langkah penting untuk memperluas pilihan aset digital yang ditawarkan kepada pelanggan,” kata Robnett. Paxos, yang memiliki lisensi operasional di AS, Singapura, Eropa, dan Abu Dhabi, juga dikenal sebagai penerbit aset digital seperti PayPal USD dan Pax Gold.

Di sisi lain, House of Doge, organisasi yang berafiliasi dengan Dogecoin Foundation, tengah berupaya mengubah citra Dogecoin dari aset internet menjadi instrumen pembayaran berfungsi nyata. Perusahaan ini juga berencana melantai di bursa Nasdaq melalui reverse merger dan memiliki cadangan Dogecoin dalam jumlah besar untuk mendukung produk ETP (Exchange Traded Product) via Official Dogecoin Treasury.

Kerja sama ini diperkirakan akan menghasilkan pengembangan konkret bagi ekosistem Dogecoin, seperti peluncuran solusi pembayaran berbasis ekosistem Dogecoin dan mempermudah transaksi DOGE melalui platform fintech yang sudah ada. Dengan integrasi Paxos, Dogecoin semakin mendekatkan diri pada pasar global yang masih relatif minim penggunaan sebelumnya.

Sementara itu, CEO House of Doge, Marco Margiotta, mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi momentum kritis untuk mempercepat ekspansi Dogecoin. “Kemitraan ini memberikan akses kuat untuk menjangkau pengguna di berbagai platform fintech,” katanya. Dengan strategi ini, House of Doge berupaya mengubah Dogecoin dari aset internet menjadi instrumen pembayaran yang memiliki nilai ekonomis.

Dalam konteks pengembangan ekosistem, kerjasama dengan Paxos diharapkan meningkatkan kehadiran Dogecoin dalam transaksi global dan mempercepat adopsi komersial. Perusahaan ini juga tengah merancang aplikasi pembayaran digital (Such App) dan layanan API Doge Connect untuk memudahkan penggunaan DOGE melalui berbagai kanal masyarakat.

Dengan langkah ini, Dogecoin menggarap versi baru dari ekosistem kripto yang sebelumnya terbatas pada platform internet. Meski dikenal sebagai aset terbesar di dunia, penggunaan Dogecoin dalam aktivitas keuangan masih relatif rendah dibandingkan aset lain seperti Bitcoin atau Ethereum.

Artikel Terkait

0