beritalokal.my.id, Jakarta – PT Merck Tbk (MERK) akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 123,20 miliar. Dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebesar Rp 275 per saham.
Perseroan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Mei 2026. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/6/2026).
Perseroan membagikan dividen tahun buku 2025 sesuai data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 243,89 miliar saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 931,27 miliar dan total ekuitas sebesar Rp 975,71 miliar.
Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:
- Tanggal efektif pada 24 Juni 2026
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 5 Juni 2026
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 8 Juni 2026
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 9 Juni 2026
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 10 Juni 2026
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen pada 9 Juni 2026, waktu: 16.00
- Tanggal pembayaran dividen pada 24 Juni 2026
Pada perdagangan saham Selasa, 2 Juni 2026, harga saham MERK naik 3,08% menjadi Rp 4.020 per saham. Harga saham MERK berada di level tertinggi Rp 4.020 dan terendah Rp 3.950 per saham. Kapitalisasi pasar RP 1,8 triliun.
Penutupan IHSG pada 29 Mei 2026
PerbesarKaryawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (beritalokal.my.id/Johan Tallo)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah tipis pada perdagangan saham Jumat, (29/5/2926). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham mencapai Rp 50,1 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG ditutup melemah tipis 0,05% menjadi 6.127,38. Indeks saham LQ45 merosot 1,49% menjadi 611,16. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG hari ini cenderung volatile, di mana dapat cermati bersama pada pre-opening sempat berada di zona merah dan sepanjang hari menghijau lalu ditutup terkoreksi tipis.
“Hal ini seperti yang kami sampaikan pada report teknikal pagi ini, di mana pergerakan IHSG masih cukup berat dan rawan terkoreksi. Di sisi lain, emiten-emiten konglomerasi secara mayoritas mencatatkan penguatan pada saat rebalancing MSCI dan tekanan datang dari emiten perbankan big caps,” ujar Herditya saat dihubungi beritalokal.my.id.
Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.230,50 dan level terendah 6.111,97. Sebanyak 409 saham melemah sehingga bebani IHSG. 271 saham menguat dan 137 saham diam di tempat.
Sektor Saham
PerbesarSeorang pria memantau layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)
Total frekuensi perdagangan saham 2.377.153 kali dengan volume perdagangan saham 47,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 50,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.870.
Di tengah koreksi IHSG, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham infrastruktur naik 2,89%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 2,65% dan sektor saham energi meroket 1,95%. Lalu sektor saham industri bertambah 0,31%, sektor saham consumer siklikal menanjak 1,17% dan sektor saham transportasi bertambah 0,77%.
Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,64%, sektor saham kesehatan susut 1,49%, sektor saham keuangan terperosok 1,04%. Lalu sektor saham properti turun 1,09%, sektor saham teknologi melemah 0,63%.
