beritalokal.my.id, Jakarta – Bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan Selasa (24/6/2026) seiring meningkatnya ketidakpastiandamai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen geopolitik tersebut membuat investor cenderung berhati-hati meski Wall Street semalam berhasil mencetak rekor tertinggi baru.
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang dibuka turun 0,52%. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas terkoreksi 0,98%.
Tekanan juga terlihat di pasar saham Korea Selatan. Indeks Kospi melemah 0,32%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq anjlok hingga 2,5%.
Pasar saham Australia turut bergerak di zona merah. Indeks S&P/ASX 200 tercatat turun 0,67% pada awal perdagangan.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.207, lebih rendah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang mencapai 25.398,18.
Pelaku pasar kini lebih fokus mencermati perkembangan hubungan antara Washington dan Teheran yang berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik dan pasar energi global.
Pernyataan Donald Trump
PerbesarPresiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (29/1/2026). (Dok. AP/Allison Robert)
Kekhawatiran pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang terkesan meremehkan kemungkinan gagalnya perundingan damai dengan Iran.
Dalam wawancara dengan CNBC pada Senin waktu setempat, Trump menyatakan dirinya tidak terlalu memedulikan jika negosiasi tersebut berakhir tanpa kesepakatan.
“Saya tidak peduli jika pembicaraan itu berakhir, sejujurnya,” kata Trump.
Trump juga menilai proses negosiasi yang berlangsung cukup lama mulai kehilangan daya tarik.
“Saya benar-benar tidak peduli. Sama sekali tidak peduli,” ujar Trump kepada jurnalis CNBC, Eamon Javers.
“Menurut saya mereka membutuhkan waktu terlalu lama. Terus terang, saya pikir pembicaraan itu mulai terasa sangat membosankan.”
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas laporan yang menyebut para negosiator Iran tengah mempertimbangkan penghentian pembicaraan dengan AS.
Laporan itu juga menyebut Iran mempertimbangkan langkah untuk menutup sepenuhnya Selat Hormuz sebagai respons terhadap operasi militer Israel di Lebanon yang menargetkan kelompok Hizbullah yang didukung Teheran.
Namun ketika ditanya apakah pejabat Iran telah memberitahunya mengenai penghentian negosiasi, Trump menjawab singkat.
“Tidak, mereka belum melakukannya.”
Wall Street Positif
PerbesarIlustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)
Di sisi lain, kontrak berjangka saham AS bergerak melemah tipis menjelang perdagangan berikutnya.
Kontrak berjangka indeks S&P 500 turun 0,2%, sementara Nasdaq 100 futures terkoreksi 0,3%. Adapun kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 122 poin atau sekitar 0,2%.
Meski demikian, perdagangan reguler di Wall Street pada Senin berakhir positif.
Indeks S&P 500 menguat 0,26% dan ditutup di level 7.599,96. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite naik 0,42% menjadi 27.086,81.
Adapun indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 46,42 poin atau 0,09% dan berakhir di level 51.078,88.
Penguatan Wall Street didorong oleh sektor teknologi, terutama setelah Nvidia meluncurkan chip baru untuk komputer pribadi (PC).
Kenaikan saham teknologi berhasil mengimbangi tekanan dari lonjakan harga minyak yang dipicu ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Hasilnya, ketiga indeks utama Wall Street tersebut berhasil mencatat rekor tertinggi baru sepanjang sejarah, baik secara intraday maupun saat penutupan perdagangan.
