Bos Bitwise Menilai Hyperliquid Bukan Sekadar Kripto

BeritaLokal, Jakarta – Chief Investment Officer (CIO) Bitwise, Matt Hougan, menegaskan bahwa Hyperliquid (HYPE) tidak hanya sekadar kripto, tetapi merupakan platform fintech yang berbasis aset global senilai US$ 600 triliun. Menurut Hougan, pasar aset global menjadi acuan utama dalam memahami nilai HYPE, bukan hanya kripto yang mencapai US$ 3 triliun.

Hougan mengatakan, ETF spot Hyperliquid milik Bitwise, BHYP, telah menarik hampir US$ 60 juta atau Rp 1,06 triliun sejak debut di NYSE pada Mei 2026. Ia menyebutnya sebagai ETP kripto aset tunggal terkuat sejak Bitcoin. Token HYPE berbeda dari yang sebelumnya karena hampir semua biaya perdagangan dialihkan ke pembelian kembali atau buyback, menunjukkan bahwa ini adalah “token generasi 2” dengan struktur baru.

Dalam dua hari terakhir, HYPE mencetak rekor baru mendekati US$ 68 atau Rp 1,21 juta, naik 10% dalam 24 jam. Menurut data BeinCrypto, HYPE berada di peringkat ke-11 berdasarkan kapitalisasi pasar. Hougan menggambarkan Hyperliquid sebagai aplikasi fintech yang menggunakan kripto untuk menciptakan pengalaman keuangan lebih baik daripada sistem tradisional.

Risiko persaingan dan akses AS tetap terbuka, kata Hougan. Ia menyebut kontrak berjangka perpetual Bitcoin (BTCPERP KalshiEX) yang diatur CFTC menjadi pemicu kenaikan harga HYPE. Investor AS masih tidak dapat melakukan perdagangan langsung di bursa luar negeri, sehingga BHYP memegang sekitar 70% kepemilikan melalui infrastruktur Bitwise. Perusahaan juga menyalurkan 10% biaya manajemen ke HYPE yang tercatat di neraca keuangannya.

Sementara itu, Hyperliquid menjadi sorotan karena peran kritisnya dalam memperkuat regulasi pasar derivatif on-chain. CEO Intercontinental Exchange, Jeff Sprecher, menyebut Hyperliquid lebih besar dari Nasdaq, mengingatkan bahwa aktivitas perpetual di luar negeri menimbulkan kekhawatiran bagi bursa tradisional. Platform ini menjadi studi kasus untuk mengevaluasi apakah derivatif on-chain dapat berkembang seperti bursa terpusat sambil tetap mempertahankan transparansi, eksekusi asli kripto, dan penyimpanan mandiri.

Hougan menegaskan bahwa risiko eksekusi masih tinggi, dengan persaingan dari NYSE, CME, dan protokol DeFi sebagai ancaman. Meski demikian, HYPE memperlihatkan potensi untuk mengalirkan investor ke pasar aset global yang sedang berkembang.

Artikel Terkait

0