Bos Bitwise Menilai Hyperliquid Bukan Sekadar Kripto

beritalokal.my.id, Jakarta – Chief Investment Officer (CIO) Bitwise, Matt Hougan menilai, Hyperliquid (HYPE) seharusnya dinilai berdasarkan pasar aset global senilai US$ 600 triliun, bukan berdasarkan cryto universe US$ 3 triliun.

Mengutip Yahoo Finance, Minggu (31/5/2026), Hougan menuturkan, BHYP, ETF spot Hyperliquid milik Bitwise telah menarik hampir US$ 60 juta atau Rp 1,06 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.820) sejak debut di NYSE pada pertengahan Mei. Ia menyebutnya, sebagai peluncuran ETP kripto aset tunggal terkuat sejak Bitcoin.

Hougan menuturkan, token HYPE berbeda dari token bursa sebelumnya. Platform ini mengarahkan hampir semua biaya perdagangan ke pembelian kembali atau buyback. “Saya pikir investor akan membutuhkan waktu untuk menyadari ini adalah token generasi 2. Seperti versi baru. Ini tidak seperti yang dulu,” kata dia.

Adapun HYPE diperdagangkan mendekati US$ 68 atau Rp 1,21 juta, pada Sabtu, naik 10% dalam 24 jam. Menurut data BeinCrypto, Hyperliquid berada di peringkat ke-11 berdasarkan kapitalisasi pasar.

Hougan menggambarkan Hyperliquid sebagai aplikasi fintech, bukan sekadar kripto.

“Ini bukan aplikasi kripto. Ini adalah aplikasi keuangan yang menggunakan kripto di bagian belakang untuk menciptakan pengalaman keuangan baru yang dalam banyak hal lebih baik daripada sistem tradisional,” kata dia.

Risiko Persaingan dan Akses AS Tetap Terbuka

Hougan menuturkan, risiko eksekusi. Ia menyebut saingannya antara lain NYSE, CME dan protokol DeFi sebagai pihak yang bersiap untuk menantang Hyperliquid.

“Akan ada persaingan signifikan untuk Hyperliquid pada masa depan, dan tidak ada jaminan mereka akan menang,” kata dia.

Investor AS masih tidak dapat melakukan perdagangan langsung di bursa luar negeri. ETF BHYP menempatkan sekitar 70% kepemilikannya memakai infrastruktur Bitwise.Perusahaan ini juga menyalurkan 10% dari biaya manajemen ke HYPE yang tercatat di neraca keuangannya.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

HYPE Cetak Rekor

PerbesarToken HYPE milik Hyperliquid. (Ilustrasi by AI)

Sebelumnya, HYPE melonjak ke rekor baru mendekati US$ 67 atau Rp 1,19 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.820). HYPE yang mencetak rekor ini dipicu Hyperliquid kembali menarik perhatian trader, regulator dan tokoh wall street yang mengincar pasar kontrak berjangka perpetual yang berkembang pesat.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Minggu (31/5/2026), token itu menyentuh sekitar USD 67,24 atau Rp 1,19 juta pada 29 Mei 2026, memperpanjang kenaikan yang sebelumnya mendekati US$ 64 atau Rp 1,14 juta pada awal pekan ini.

Reli ini menyusul persetujuan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas atau the Commodity Futures Trading Commission’s (CFTC) atas kontrak BTCPERP KalshiEX, produk kontrak berjangka perpetual bitcoin pertama yang diatur di Amerika Serikat (AS) dandengan harga spot bitcoin.

 

 

Hyperliquid jadi Sorotan

PerbesarToken HYPE milik Hyperliquid. (Ilustrasi by AI)

Adapun Hyperliquid bukan bagian dari keputusan  CFTC , tetapi keputusan terjadi di tengah pasar yang telah dibentuk oleh Hyperliquid.

Kontrak berjangka perpetual telah lama menjadi salah satu produk perdagangan kripto yang paling aktif, sebagian besar didominasi oleh bursa luar negeri dan bursa kripto lokal. Persetujuan AS memberikan struktur tersebut jalur regulasi yang lebih jelas tepat ketika Hyperliquid menjadi bursa terdesentralisasi (desentralisasi) patokan untuk kategori tersebut.

Grayscale mengatakan, Hyperliquid memproses volume perpetual sekitar US$ 2,9 triliun pada 2025, memegang sekitar US$ 7 miliar dalam open interest, dan menghasilkan biaya US$ 800 juta. Manajer aset juga telah mengajukan permohonan ETF spot Hyperliquid dengan kode GHYP yang mendekatkan token itu masuk dalam percakapan wrapper yang diatur dan membantu memperluas akses ke bitcoin dan ether.

Lembaga keuangan tradisional juga mengamati Hyperliquid. CEO Intercontinental Exchange Jeff Sprecher baru-baru ini menyebut Hyperliquid lebih besar dari Nasdaq. Ini menjadi komentar yang mengejutkan dari perusahaan di balik Bursa Saham New York setelah kekhawatiran dari operator bursa tradisional mengenai aktivitas perpetual di luar negeri.

Pengaturan ini membuat perdagangan HYPE lebih dari sekadar momentum harga. Hyperliquid telah menjadi studi kasus untuk mengetahui apakah derivatif on-chain dapat berkembang seperti bursa terpusat sambil tetap mempertahankan eksekusi asli kripto, transparansi, dan penyimpanan mandiri sebagai intinya.



error: Content is protected !!