Masyarakat Mulai Tambah Simpanan Valas, OJK Sebut Masih Batas Wajar

BeritaLokal, Medan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau dinamika perekonomian Indonesia di tengah berbagai faktor eksternal yang mendorong fluktuasi nilai tukar dan volatilitas pasar keuangan global. Meski kondisi geopolitik dan harga minyak masih menimbulkan risiko, OJK memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia tetap stabil karena inflasi terkendali dan momentum pertumbuhan domestik yang positif.

Dalam monitoring intensif terhadap industri perbankan, OJK mengamati tren pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. Sejak awal 2026, porsi DPK valas terhadap total DPK masih berada dalam kisaran wajar, sekitar 15-16 persen, menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. “Peningkatan ini mencerminkan kebutuhan masyarakat untuk menyimpan dana di luar rupiah, terutama karena suku bunga deposito valas yang kompetitif,” katanya.

Data dari April 2026 menunjukkan DPK tumbuh sebesar 11,39 persen (yoy), dengan dominasi pertumbuhan DPK rupiah yang mencapai 11,49 persen (yoy). Pertumbuhan ini dipendorong oleh peningkatan Giro (23,25 persen), Tabungan (7,88 persen), dan Deposito (6,91 persen). Sementara itu, DPK valas tumbuh 10,87 persen (yoy), dengan rincian Giro Valas naik 3,15 persen, Tabungan Valas mencapai 23,21 persen, dan Deposito Valas berkembang 22,00 persen.

Penurunan porsi DPK valas pada sebagian besar periode terutama disebabkan oleh kebijakan suku bunga deposito valas yang menarik investor, serta aktivitas ekspor yang meningkat. OJK memperkirakan bahwa pertumbuhan DPK valas lebih signifikan pada deposito karena insentif bagi eksportir untuk menyimpan dana di dalam negeri.

Dengan peningkatan jumlah rekening DPK mencapai 667.169.152 rekening pada April 2026, sebanyak 7,22 persen (yoy), sebagian besar masih berada dalam denominasi rupiah. Meskipun ada pergeseran ke valas, OJK tetap memandang kinerja DPK sebagai indikator stabilitas ekonomi yang signifikan.

Dalam rangka menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan, OJK terus mengawasi dinamika pasar dan menyesuaikan langkah-langkah pencegahan risiko. Meski tantangan eksternal masih ada, kinerja ekonomi Indonesia dinilai tetap berada di jalur yang positif, dengan potensi pertumbuhan yang dapat diperkuat jika kondisi makroekonomi terus stabil.

Artikel Terkait

0