BeritaLokal, Medan – Pemprov Sumatera Utara (Sumut) berhasil mencapai pencapaian kesehatan masyarakat yang signifikan di tahun 2025. Dengan kerja sama multidimensi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, Sumut berhasil meningkatkan Umur Harapan Hidup (UHH) hingga 74,19 tahun, melampaui target nasional sebesar 74,01 tahun. Angka Kematian Ibu (AKI) turun menjadi 45,38 per 100.000 kelahiran hidup (KH), jauh lebih baik dari target awal 65,78 per KH. Peningkatan ini diimbangi penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) hingga 3,20 per 1.000 KH, meski tetap berada di bawah rata-rata nasional 85,17 per KH.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Muhammad Faisal Hasrimy menyebutkan bahwa pencapaian ini adalah hasil sinergi pemerintah dalam penguatan sistem layanan kesehatan terintegrasi. “Peningkatan UHH mencerminkan tren positif, dengan peningkatan dari 73,90 tahun (2024) hingga 74,19 tahun (2025),” kata Faisal dalam konferensi pers. Kinerja ini juga diperkuat oleh program “Kolaborasi Sumut Berkah” yang mendorong akses fasilitas kesehatan dan pelaporan data secara real-time melalui Aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN).
Salah satu indikator utama keberhasilan adalah capaian Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar 100,67 persen dari target 98,6 persen, menjaga status Universal Health Coverage (UHC) di Sumut. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi terkendala biaya saat berobat. Peningkatan kualitas layanan kesehatan juga diperkuat dengan peningkatan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) hingga 53,96 persen, melampaui target 41,1 persen.
Meski terus berkomitmen pada pendekatan holistik, Dinkes Sumut tetap menyoroti tantangan seperti angka kesakitan (morbiditas) mencapai 10,43 persen dari target 10,03 persen. Masalah ini dipengaruhi perubahan lingkungan dan beban penyakit menular serta tidak menular. Pemprov Sumut juga masih menunggu hasil analisis final stunting pada balita untuk mengukur keberhasilan program gizi terpadu.
Pengembangan layanan kesehatan primer berbasis digital, peningkatan posyandu aktif di tingkat desa, dan intervensi gizi terpadu menjadi prioritas utama dalam menuntaskan stunting secara holistik. Faisal menekankan bahwa pencapaian ini bukan sekadar angka, tetapi manfaat nyata bagi masyarakat Sumut yang berada di jalur kesehatan sehat, berkaya, dan sejahtera.
Daftar Kinerja Utama 2025:, UHH: 74,19 tahun (capaian 100,24 persen), AKI: 45,38 per KH (capaian 131,01 persen), AKB: 3,20 per 1.000 KH (capaian 102,44 persen), JKN: 100,67 persen dari target 98,6 persen, Fasyankes: 53,96 persen (capaian 131,29 persen), Morbiditas: 10,43 persen (capaian 96,01 persen)
Artikel Terkait
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
5 Juni 2026
Catat! Kawasan Populer Ximending di Taiwan Larang Merokok Mulai 1 Juni
2 Juni 2026
Wajib Pajak Dormant Kembali Aktif, Penerimaan Bertambah Rp 20,6 Triliun
16 Juni 2026
Komisi XIII DPR RI Apresiasi Kinerja Imigrasi Sumut, Dukung Pembentukan Kantor Imigrasi Baru
12 Juni 2026
Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, DPC GRIB Jaya Medan Bersama PAC GRIB Jaya Medan Petisah Bagikan 500 Nasi Kotak kepada Masyarak
12 Juni 2026
Dispora Medan Gelar Senam PKJR di Taman Gajah Mada
12 Juni 2026
Jumat Berkah, Pemuda Pancasila Medan Area Bagikan 1.000 Paket Makanan
12 Juni 2026
Pasokan Air Tirtanadi Mulai Normal, Kecamatan Medan Polonia Tetap Siaga
11 Juni 2026
Memuat komentar...