BeritaLokal, Gorontalo – Pemerintah memulai tahapan pendampingan tata kelola aset nelayan bagi pengurus koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang akan mengelola 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya perikanan, memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membekali para pengurus dengan keahlian dalam manajemen aset, akses pembiayaan usaha, serta teknologi modern untuk memaksimalkan nilai tambah hasil perikanan.
Selain itu, program ini mencakup pembentukan fasilitas seperti gudang beku (cold storage), pabrik es batu, sentra kuliner pesisir, bengkel perawatan kapal, dan kios perbekalan melaut. Menurut Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktopura, fasilitas ini merupakan aset milik masyarakat yang harus dipergunakan secara optimal untuk meningkatkan daya saing usaha nelayan. “Aset yang dibangun adalah milik masyarakat, dan tujuannya agar bisa dimanfaatkan, dijaga, serta dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” kata dia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Gorontalo, Machmud, menekankan pentingnya kompetensi pengurus dalam mengoperasikan aset secara produktif. Ia menjelaskan bahwa gudang beku, misalnya, memegang peran krusial dalam menjaga rantai dingin hasil tangkapan nelayan agar tetap segar dan bernilai tinggi di pasar. “Tugas utama para pengurus adalah mengoperasionalkan aset tersebut dengan baik agar perputaran usahanya menghasilkan keuntungan yang menyejahterakan seluruh anggota koperasi,” katanya.
Program ini dinilai dapat mendorong keberlanjutan ekonomi lokal sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Dengan menggabungkan manajemen aset yang terstruktur dengan akses pembiayaan, para pengurus koperasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi anggota. KKP juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.
Artikel Terkait
Menko Pangan: Koperasi Desa Tidak Bukan Supermarket
2 Juli 2026
Perusahaan Teh China Denda karena Logo Mirip Louis Vuitton
8 Juli 2026
Pemerintah Rancang Peta Jalan Ekonomi Kreatif untuk Pertumbuhan Nasional
8 Juli 2026
Kementerian PU Investigasi Pembocoran Dokumen Dinas Menteri
8 Juli 2026
Temasek Rekor 518 Miliar USD di Tahun Keuangan 2026
8 Juli 2026
Pemerintah Gandeng Tony Blair Institute untuk Transformasi BUMN dan Menarik Investor Asing
8 Juli 2026
China Tambah Cadangan Emas karena Harga Emas Turun
8 Juli 2026
Antam & Bank Muamalat: Investasi Emas Syariah Lebih Mudah
8 Juli 2026
Memuat komentar...