BeritaLokal, Jakarta – Bek timnas Inggris Jarell Quansah menerima kartu merah langsung pada menit ke-54 dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Meksiko, Minggu (5/7/2026). Insiden tersebut secara otomatis mengakibatkan skorsing satu pertandingan, yang menempatkan skuad The Three Lions dalam situasi sulit jelang laga perempat final melawan Norwegia. Namun, keputusan FIFA mencabut skorsing Balogun-penyerang AS-mengejutkan para pecinta sepak bola setelah komite disipliner mengambil tindakan kritis pada 5 Juli 2026.
Selain itu, preseden kontroversial Folarin Balogun mendorong FA Inggris untuk mempertimbangkan langkah serupa terhadap Quansah. Kehadiran Balogun dalam pertandingan babak 16 besar AS melawan Belgia mengingatkan para pemain tentang konsistensi penerapan aturan disipliner FIFA di turnamen besar. Tuchel, pelatih kepala Inggris, menyatakan ketidakpuasan terhadap proses pengambilan keputusan, menegaskan bahwa “itu bukan kartu merah” dan VAR telah terlibat dalam proses tersebut.
Kartu merah yang diterima Quansah karena tekel meluncur berbahaya terhadap Jesus Gallardo di laga 16 besar. Meskipun wasit Alireza Faghani tidak memperhatikan insiden awal, VAR menunjukkan kartu merah setelah tinjauan lanjutan. Dengan keputusan FIFA mencabut skorsing Balogun, tim AS tetap bermain dalam babak 16 besar meskipun menghadapi tekanan dari tim Belgia.
Kasus Balogun, yang dianggap sebagai “preseden luar biasa,” mengejutkan publik dan pemerintah AS setelah Presiden Donald Trump meminta peninjauan kartu merahnya. Hal ini mengingatkan bahwa kebijakan disipliner FIFA bisa terpengaruh oleh intervensi tingkat atas, bahkan di luar komite disipliner.
Kini, situasi ini mendorong kritik terhadap proses pengambilan keputusan di Piala Dunia 2026. Dengan kartu merah Quansah dan skorsing Balogun yang diperpanjang, Inggris harus memperhatikan perubahan strategi untuk menghadapi Norwegia. Sementara itu, kasus Balogun menjadi contoh penting tentang konsistensi penerapan aturan disipliner di level internasional.
BeritaLokal, Jakarta, Pemerintah Inggris terus memantau dinamika pertandingan dan proses disiplin timnas untuk menghindari kesalahpahaman yang bisa mengganggu laga krusial.
Artikel Terkait
Ronaldo Meninggalkan Piala Dunia dengan Tenang
7 Juli 2026
Trump Akui Kontak FIFA, Penangguhan Kartu Merah Balogun Diperhatikan
7 Juli 2026
Amerika Serikat Ditetapkan Bermain Lawan Belgia Meski Kontroversi
7 Juli 2026
Spanyol Menang 1-0 Portugal di Piala Dunia 2026 dengan Gol Mikel Merino
6 Juli 2026
FIFA Menunda Sanksi Kartu Merah Balogun Piala Dunia 2026
6 Juli 2026
Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026: Ancelotti Kembali Tidak Berhasil
6 Juli 2026
Norwegia Membawa Bintang Piala Dunia 2026
6 Juli 2026
Erling Haaland: Gol Kemenangan dan Keberanian Norwegia
6 Juli 2026
Memuat komentar...