Mata Uang Korsel Melemah, Turis Cina Jadi Pemain Utama di Belanja Mewah Seoul

BeritaLokal, Seoul – Won Korea Selatan melemah selama setahun terakhir, memicu tren belanja barang mewah yang dipicu oleh turis China. Pemerintah mengatakan, efek mata uang ini menambah daya saing pariwisata dan meningkatkan pengeluaran wisatawan asing. Dalam Mei 2026, sekitar 1,95 juta turis asing tiba, dengan 563 ribu dari China, naik 6,71% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran kartu kredit turis asing mencapai 2 triliun won (US$1,45 miliar), setara Rp 26,08 triliun, tercatat pertama kali pada Mei, dengan peningkatan 6,71% dari rekor sebelumnya.

Selain itu, turis China menjadi pendorong utama, dengan pengeluaran melonjak 214% dibandingkan tahun sebelumnya. KTO menyebutkan, wisatawan asing lebih memilih belanja barang mewah, seperti jam tangan dan perhiasan, daripada belanja bebas bea. Konsumsi “konsumsi gaya hidup” juga meningkat, mencakup perawatan kecantikan, potong rambut, dan ritel lokal.

Di Seoul, turis seperti Gu dari Shanghai menghabiskan lima hari untuk belanja dan perawatan kecantikan. Ia menghabiskan lebih dari 10.000 yuan untuk penerbangan, hotel, makanan, belanja, dan perawatan kulit. Di Olive Young di Myeong-dong, pelanggan masih antre membayar sebelum tutup, dengan banyak tas berisi produk perawatan kulit dan kosmetik. Peritel mengatakan kunjungan luar negeri meningkat dua kali lipat setiap tahun sejak 2023, dengan 6.200 pembeli asing membelanja di Olive Young tiga kali atau lebih selama diskon tahun lalu.

Sementara itu, aktivitas belanja di Korea Selatan terus berkembang, dengan tren kecantikan menjadi pusat perhatian. Won melemah membuat harga barang mewah semakin menarik, memicu permintaan global. Pemerintah mengapresiasi perkembangan ini sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing pariwisata dan ekonomi lokal.

Artikel Terkait

0