BeritaLokal, Jakarta – Rafael Nadal tidak hanya membangun warisan di lapangan tenis, tetapi juga di bidang bisnis yang meliputi hotel, pendidikan, dan olahraga. Investasi tersebut dikelola perusahaan induk Aspemir, yang menjadi pilar utama pengembangan karier Nadal di luar lapangan.
Selain itu, Nadal memperluas ekspansi bisnisnya dengan membuka hotel keempat di Kepulauan Canary, Fuerteventura, melalui kemitraan dengan Melia Hotels International. Hotel ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menggerakkan industri pariwisata dan pertukaran budaya. Sebelumnya, Nadal membuka Zel Mallorca (2023) di Costa Brava, Punta Cana (Dominika), serta Rafa Nadal Academy (2016) di Mallorca, yang kini menjadi jaringan akademi tenis global.
Pengembangan bisnis ini tidak terlepas dari kepedulian Nadal terhadap pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan, “Saya pikir setiap hari semakin banyak orang yang memiliki informasi bahwa menjaga kesehatan tubuh sangat penting saat ini, jadi berinvestasi dalam pendidikan untuk anak-anak, kesejahteraan, dan olahraga.” Investasi di akademi tenis, yang sebelumnya dimiliki Nadal, berhasil diserahkan 44,9% saham kepada GPF Capital pada 2025 dengan nilai transaksi sekitar 94 juta euro (US$107 juta atau Rp1,92 triliun).
“Ini tentu saja merupakan proyek seumur hidup bagi saya, sangat pribadi, tetapi perusahaan telah berkembang selama beberapa tahun terakhir, dan kami merasa membutuhkan bantuan untuk terus tumbuh,” kata Nadal.
Nadal juga menggambarkan bagaimana pengelolaan bisnis melibatkan “tantangan di awal” karena industri hotel sangat kompetitif. Namun, ia menekankan bahwa keahlian dalam olahraga membantu dia memahami keterlibatan tim dan manajemen frustrasi. “Saya belajar bekerja sebagai tim, menerima kekalahan, dan mengelola kemenangan,” katanya. Pengalaman ini terlihat dalam pengelolaan bisnisnya, seperti saat ia menjalani pemulihan medis pada 2023 tanpa mengetahui bahwa dirinya harus pensiun.
Selain itu, Nadal menyebutkan bahwa kebiasaan menghabiskan uang untuk pengalaman dan pertumbuhan industri perhotelan menjadi tren yang berkembang. “Orang-orang mulai lebih banyak menghabiskan uang untuk pengalaman, menjadikan industri perhotelan sebagai area yang berkembang pesat,” kata ia.
Dengan kombinasi investasi di bisnis dan pengalaman olahraga, Nadal terus menunjukkan bahwa kekuatan yang dimiliki dalam dunia tenis juga bisa dipertahankan dan diperluas di bidang lain.
Artikel Terkait
KEK Baru Dipercepat: Investasi Rp 846 Triliun Menanti Persetujuan Pemerintah
6 Juli 2026
Bitcoin Butuh Suntikan Rp 17.991 Triliun untuk Reli
6 Juli 2026
Arie Untung Mendorong Brand Lokal Ke Dunia
6 Juli 2026
BRI Bagikan Dividen Terbesar di Bawah Supervisi Danantara
6 Juli 2026
Bitcoin: Aset Global untuk Kemandirian Keuangan
6 Juli 2026
Rupiah Berpotensi Menguat: Prediksi Pekan Depan 2024
5 Juli 2026
Allianz Reveal Strategi Investasi 2026
5 Juli 2026
Mela Bandung Mencari Mimpi di Dangdut Academy 8
4 Juli 2026
Memuat komentar...