OPEC+ Meningkatkan Produksi Minyak hingga Agustus 2026

BeritaLokal, Jakarta – OPEC+ sepakat meningkatkan produksi minyak hingga Agustus 2026, seiring kenaikan harga minyak yang terus bergerak ke level lebih rendah. Perubahan ini dilakukan sebagai langkah untuk memulihkan pasokan global setelah perang AS-Israel-Iran menutup Selat Hormuz, yang menjadi pintu ekspor utama OPEC+.

Selain itu, OPEC+ juga menyetujui peningkatan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari mulai Agustus 2026, di atas peningkatan serupa untuk Juni dan Juli. Tujuh anggota inti OPEC+, termasuk OPEC dan Rusia, telah menaikkan kuota produksi dari April-Juli hampir 800.000 barel per hari. Namun, peningkatan ini masih terbatas karena perang AS-Israel-Iran terus menghambat lalu lintas kapal tanker ke kawasan OPEC+.

Produksi OPEC+ turun menjadi 33,13 juta barel per hari pada Mei, menurut data OPEC. Peningkatan produksi mulai pulih pada Juni karena upaya AS membantu UEA dan negara-negara lain mengekspor minyak lebih banyak. Meskipun gangguan pasokan terus berlanjut, harga minyak kembali ke level sebelum perang, di tekan oleh impor China yang lebih rendah, ekspor non-Timur Tengah yang meningkat, serta pelepasan stok strategis global.

Analisis UBS, Giovanni Staunovo, menyebutkan bahwa OPEC+ terus mengurangi pemotongan produksi seperti yang diperkirakan. Fokus jangka pendek akan tetap pada kapal tanker yang bisa melewati Selat Hormuz dan kecepatan pulihnya permintaan minyak mentah China. Nota kesepahaman AS-Teheran untuk mengakhiri perang juga membantu memperkuat keyakinan pasar bahwa pasokan akan kembali normal.

Selain itu, OPEC+ mencakup 21 anggota, termasuk Iran, tetapi hanya tujuh negara yang terlibat dalam pengurangan pasokan sebesar 1,65 juta barel per hari pada 2023. UEA meninggalkan aliansi pada akhir April untuk menyelaraskan kapasitas produksi lebih dekat dengan targetnya, sementara Irak memberi sinyal ingin kuota yang lebih tinggi.

Pada Agustus, OPEC+ akan sepenuhnya membatalkan pengurangan 2023 jika melakukan kenaikan lagi. Dengan peningkatan Agustus yang telah ditetapkan, produksi OPEC+ bakal kembali normal setelah perang berakhir.

Artikel Terkait

0