Trump Kembali Sebut Kanada sebagai Negara Bagian ke

beritalokal.my.id, Washington D.C – Hubungan Amerika Serikat dan Kanada kembali memanas setelah Presiden Donald Trump menghidupkan kembali retorika kontroversialnya dengan menyebut Kanada sebagai “Negara Bagian ke-51” Amerika Serikat, hanya beberapa jam sebelum dimulainya pembicaraan perdagangan antara kedua negara di Washington, Selasa (2/6/2026).

Trump mengunggah tautan artikel Bloomberg mengenai kondisi ekonomi Kanada yang mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut atau memasuki resesi teknis. Dalam unggahan tersebut, Trump menambahkan komentar singkat: “Negara Bagian ke-51!”

Pernyataan itu menjadi kali pertama dalam beberapa bulan terakhir Trump kembali menggunakan istilah yang selama ini memicu kemarahan publik Kanada dan memperburuk hubungan bilateral kedua negara, dikutip dari laman New York Times, Rabu (3/6).

Komentar tersebut muncul di tengah proses peninjauan Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) yang sedang berlangsung. Unggahan Trump bahkan turut dibagikan ulang oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Kanada, sehingga semakin menyoroti ketegangan yang masih membayangi hubungan kedua negara.

Meski memiliki hubungan ekonomi yang sangat erat, Kanada dan Amerika Serikat mengalami periode ketidakpercayaan sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden. Trump berulang kali melontarkan pernyataan yang dianggap meremehkan Kanada, termasuk gagasan agar negara tetangga itu menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Sikap Trump tersebut justru memicu gelombang nasionalisme di Kanada dan turut membantu kebangkitan politik Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang memenangkan pemilu pada musim semi lalu dengan janji memperkuat ekonomi domestik dan mengurangi ketergantungan negaranya terhadap Amerika Serikat.

Hubungan pribadi Trump dan Carney sempat terlihat positif dalam sejumlah pertemuan bilateral. Namun hubungan keduanya disebut mulai memburuk setelah Carney pada Januari lalu menyampaikan pidato yang menyoroti berakhirnya era dominasi global Amerika Serikat dan menyerukan negara-negara kekuatan menengah, termasuk Kanada, untuk memperkuat kerja sama demi menjaga stabilitas internasional.

Meski demikian, Carney pekan lalu mengambil nada yang lebih moderat dalam pidatonya di New York. Ia menegaskan bahwa Kanada yang lebih kuat dan mandiri justru akan menjadi mitra yang lebih baik bagi Amerika Serikat.

Negosiasi Dagang Belum Menunjukkan KemajuanDi tengah ketegangan politik tersebut, proses peninjauan USMCA memasuki tahap penting.

Amerika Serikat dan Meksiko telah memulai pembahasan resmiperubahan perjanjian perdagangan tersebut. Kantor Perwakilan Dagang AS bahkan telah menyusun jadwal perundingan hingga Juli mendatang.

Sebaliknya, negosiasi antara Kanada dan Amerika Serikat masih belum menunjukkan perkembangan berarti. Kedua negara belum memulai pembicaraan formal maupun menyepakati kerangka negosiasi untuk beberapa bulan ke depan.

USMCA, yang ditandatangani Trump pada masa jabatan pertamanya dan mulai berlaku pada 2020, dijadwalkan menjalani proses peninjauan pada 1 Juli. Namun para pengamat memperkirakan diskusi akan terus berlangsung sepanjang musim panas.

Meski Kanada dan Meksiko sebagian besar terhindar dari tarif umum yang diberlakukan AS terhadap banyak negara lain karena perlindungan USMCA, sejumlah sektor ekonomi Kanada tetap terdampak oleh tarif Amerika Serikat, terutama pada industri otomotif, baja, aluminium, dan produk kayu.

Negosiasi ke Depan

PerbesarIlustrasi bendera Kanada (AFP/Geoff Robins)

Menteri Perdagangan Kanada Dominic LeBlanc bertemu dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer di Washington pada Selasa untuk membahas arah negosiasi ke depan.

Menjelang pertemuan tersebut, Kanada mengirimkan surat kepada Amerika Serikat dan Meksiko yang berisi usulan agar USMCA diperpanjang selama 16 tahun lagi. Meksiko juga menyampaikan usulan serupa kepada kedua negara mitranya.

Usai pertemuan, LeBlanc mengatakan kedua pihak telah melakukan sejumlah pembahasan teknis. Ia menggambarkan suasana pertemuan berlangsung “ramah”, namun mengakui tantangan besar masih menanti.

“Saya tidak meremehkan potensi momen-momen turbulensi yang dapat terjadi dalam beberapa minggu dan bulan mendatang,” kata LeBlanc.

Sementara itu, pemerintahan Trump menunjukkan sikap yang lebih kritis terhadap USMCA. Meski Kanada dan Meksiko merupakan dua mitra dagang terbesar Amerika Serikat, Trump berulang kali mengklaim Kanada tidak memiliki banyak hal yang dibutuhkan negaranya.

Pandangan tersebut berbeda dengan sikap Trump saat menandatangani perjanjian tersebut pada 2020. Saat itu, ia menyebut USMCA sebagai “perjanjian perdagangan terbaik” yang pernah dibuat Amerika Serikat.

Di sisi lain, Jamieson Greer, yang turut merancang USMCA pada masa jabatan pertama Trump, kini berpendapat bahwa perjanjian tersebut memberikan keuntungan yang terlalu besar bagi Kanada dan kurang menguntungkan bagi Amerika Serikat.

Perbedaan pandangan itu menunjukkan bahwa proses negosiasi perdagangan baru antara Washington dan Ottawa berpotensi berlangsung alot, bahkan ketika kedua negara berupaya menjaga hubungan ekonomi yang selama ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia.



error: Content is protected !!