Silent Hill: Townfall meluncur pada 24 September 2026, yang mana akan melenggang di platform konsol PlayStation 5 (PS5), Steam, dan Epic Games Store.
PerbesarSilent Hill: Townfall showcased its first gameplay at PlayStation State of Play, delivering a thrilling survival experience. (YouTube/Silent Hill Official)
, Jakarta – Silent Hill: Townfall dijadwalkan meluncur pada 24 September 2026, dan akan melenggang di platform konsol PlayStation 5 (PS5), Steam, dan Epic Games Store.
Infomasi ini menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno, Kamis (4/6/2026) kemarin.
Berita lain yang juga populer juga datang dari industri game. Dune: Awakening dipastikan akan meluncur di PlayStation 5 (PS5) dan Xbox Series X|S pada 22 September 2026.
Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno berikut ini.
1. Silent Hill: Townfall Curi Perhatian di State of Play Juni 2026, Apa yang Baru?
State of Play Juni 2026 menjadi ajang sejumlah pengembang game untuk mengungkap tanggal rilis dan memamerkan trailer baru game mereka. Salah satunya adalah Silent Hill: Townfall.
Game horor psikologis terbaru dari franchise ikonik besutan Konami itu dijadwalkan meluncur pada 24 September 2026, dan akan meluncur di platform konsol PlayStation 5 (PS5), Steam, dan Epic Games Store.
Dalam ajang PlayStation State of Play Juni 2026, Konami mengungkap trailer baru yang memperlihatkan gambaran cerita, suasana, serta gameplay Silent Hill: Townfall.
Berbeda dari seri game Silent Hill sebelumnya, Townfall dikembangkan oleh Screen Burn dan diterbitkan bersama Annapurna Interactive serta Konami.
Silent Hill: Townfall tidak mengikuti cerita Silent Hill sebelumnya dan tidak terikat dengan seri F yang dirilis akhir tahun lalu. Game ini hadir dengan cerita terpisah dengan latar Skotlandia.
Dengan layar belakang kota terpencil dan sering diselimuti kabut tebal untuk menambah kesan suasana game lebih mencekam dan misterius.
Sehubungan tampil dengan latar belakang cerita yang baru, Silent Hill: Townfall juga memperkenalkan Simon Ordell yang harus kembali ke pulau St. Amelia untuk “menyelesaikan masalah”.
Namun, kehadiran Simon ke pulau St. Amelia ini malah membuka misteri jauh lebih gelap tentang kota ini dan penduduknya.
Baca selengkapnya di sini
2. Dune: Awakening Rilis 22 September, Ini Fitur Baru untuk Konsol PS5 dan Xbox Series X|S
PerbesarDune: Awakening. (Photo: Funcom)
Funcom akhirnya mengungkap tanggal rilis Dune: Awakening, bersamaan dengan ditayangkannya cuplikan gameplay perdana game tersebut di ajang State of Play Juni 2026.
Dalam ajang tersebut, pengembang memastikan game open world survival berlatar Arrakis ini akan meluncur di PlayStation 5 (PS5) dan Xbox Series X|S pada 22 September 2026.
Seiring pengumuman ini, Funcom memperkenalkan sejumlah pembaruan besar mencakup seluruh platform dan membuka pre-order Dune: Awakening di PlayStation Store dan Xbox.
Dalam teaser tersebut, pengembang menjual Standar Editoin seharga USD 49,99 atau sekitar Rp 895 ribuan, Sedangkan Dune: Awakening Deluxe Edition dibanderol Rp 1,25 juta, dan Ultimate Edition sekitar Rp 1,6 juta.
Seperti pada paket penjualan game umumnya, player yang melakukan pre-order Deluxe Edition dan Ultimate Edition akan mendapatkan reward spesial, termasuk akses lebih awal.
CEO Funcom, Rui Casais, menyebutkan peluncuran versi konsol ini sangat penting bagi studio. Ia menilai, rilis tersebut menjadi hasil pengembangan panjang tim untuk membuat game ini lebih matang.
“Perilisan ini memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar membawa game ini ke konsol,” ujar Rui Casais, sebagaimana dikutip dari keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Baca selengkapnya di sini
3. Instagram Mulai Batasi Konten Diet dan Anxiety untuk Remaja, Ada Apa?
PerbesarIlustrasi Instagram, main media sosial Instagram. (Photo by Kate Torline on Unsplash)
Raksasa teknologi Meta mulai membatasi jenis konten yang dapat dikonsumsi oleh pengguna remaja di Instagram, terutama konten yang dinilai bisa berdampak buruk jika dilihat secara masif.
Langkah eksperimental ini diambil guna mencegah remaja terjebak dalam paparan berulangkonten kecemasan (anxiety), angkat beban, hingga pola makan.
Kebijakan baru ini memperluas langkah ketat Meta tahun lalu, yang sebelumnya telah memblokir konten “sensual” dan istilah pencarian dewasa seperti alkohol dan kekerasan. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Kamis (4/6/2026).
Kala itu, Meta menyamakan akun remaja di platformnya dengan film kategori PG-13 (bimbingan orang tua). Namun, analogi tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh Motion Picture Association (MPA).
Melalui pembaruan teranyar ini, Meta berfokus menyaring unggahan yang sebenarnya tidak melanggar aturan komunitas, namun berpotensi merusak mental jika dikonsumsi terus-menerus.
