BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah Mendorong Pembiayaan Kereta Trans Sumatera dengan Keterlibatan Swasta dan Lembaga Investasi
Selain anggaran pendapatan negara (APBN), pemerintah melanjutkan upaya mempercepat pembangunan Jalur Kereta Trans Sumatra sepanjang 1.700 km, yang diharapkan mendorong konektivitas antardaerah dan meningkatkan efisiensi logistik di Sumatra. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan kebutuhan investasi besar memerlukan pendanaan dari sumber eksternal, termasuk keterlibatan pihak swasta dan lembaga investasi nasional seperti BP Danantara.
Pada Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Dudy mengatakan keberhasilan proyek ini memerlukan inovasi dalam pembiayaan. “Kita tidak hanya mengandalkan APBN, tapi perlu berinovasi untuk mendapatkan pendanaan dari luar,” kata dia. Pemerintah tengah menyusun model pembiayaan yang memungkinkan kerja sama dengan investor dan lembaga investasi nasional.
Dudy menekankan bahwa Kereta Trans Sumatra merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan transportasi kereta api di luar Jawa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatra yang belum terhubung secara optimal. Tim khusus dibentuk untuk mengkaji skema pembiayaan dan aspek teknis, ekonomi, serta kebijakan pengembangan jaringan rel dari Aceh hingga Lampung. Kajian tersebut diperkirakan memerlukan dana sekitar Rp350 triliun, dengan anggaran awal US$20 hingga 25 miliar.
Pada tahap awal, Kereta Trans Sumatra fokus pada pembangunan jalur Banda Aceh-Besitang sebagai fondasi awal. Proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah dan meningkatkan mobilitas masyarakat serta efisiensi logistik nasional. Dengan keterlibatan pihak swasta dan lembaga investasi, proyek diperkirakan akan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Tim khusus yang dibentuk oleh Kemenhub bekerja sama dengan Kemenko Infrawil, Danantara, serta PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengarahkan kajian menyeluruh untuk memastikan proyek sesuai target. Dudy menegaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi dasar utama pengembangan infrastruktur transportasi kereta api di luar Jawa, yang akan terwujud melalui Kereta Trans Sumatra.
Kajian ini mencakup aspek teknis, ekonomi, dan skema pembiayaan untuk memastikan keberhasilan proyek. Dengan pendanaan dari sumber berbagai pihak, jalur kereta api trans Sumatra diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas wilayah terpencil dan mendukung pembangunan ekonomi regional.
Artikel Terkait
Sistem Resi Gudang Ikan Kayu Ikan Asap Jadi Jaminan Usaha
26 Juli 2026
Hunian Terjangkau di Serang Tingkatkan Ekosistem Industri
24 Juli 2026
Kredit Perbankan Tak Terpakai – Rp 2,490 Triliun Tertangguh
23 Juli 2026
PIP Bantu 14,9 Juta UMKM Dapatkan Rp 65 Triliun
16 Juli 2026
Sukuk Pembiayaan Green di Jakarta: Target Rp10 Triliun
12 Juli 2026
Taylor Swift & Kelce Donasi Rp 460 Miliar Sebelum Pernikahan
3 Juli 2026
BRI sambut dana pemerintah untuk perkuatan pembiayaan UMKM
29 Juni 2026
AIIB Bakal Buka Kantor di Indonesia, Siapkan Pembiayaan US$ 17 Miliar
26 Juni 2026
Memuat komentar...