BeritaLokal, Palangkaraya – Bandara Tjilik Riwut Waspadai Dampak Kebakaran Hutan ketika kabut asap menekan visibilitas di langit Kalimantan Tengah. Pada Senin, 27 Juli 2026, kabut tipis yang disebabkan oleh karhutla mengakibatkan satu penerbangan Susi Air rute Palangkaraya‑Hampapak tertunda sekitar satu jam, meski semua operasi penerbangan dirasakan tetap aman.
Pada pertemuan rutin ketentraman bandara, General Manager I Made Darmawan memaparkan langkah kesiapsiagaan yang dipasangkan dengan kondisi cuaca ekstrem. Ia menegaskan bahwa “penyesuaian operasional dilakukan berdasarkan kondisi cuaca dan mengutamakan aspek keselamatan penerbangan.” Rintisan koordinasi intensif dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, maskapai terkait, serta semua pemangku kepentingan lain, agar setiap keputusan tidak hanya sekadar bentuk formalitas, melainkan refleksi tegas atas risiko aktual.
Ancaman El Nino Meroket
BMKG memberi signal bahwa fenomena El Nino sedang berada pada fase netral namun menunjukkan indikasi penguatan menuju kondisi El Nino pada semester kedua tahun 2026. Menurut Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, peningkatan intensitas El Nino ini berpotensi memperparah musim kemarau, sehingga curah hujan akan berkurang drastis. Dalam konteks ini, kabut asap dan titik panas di Kalimantan Timur menjadi kupingan penting yang memerlukan pemantauan tajam. Hanya pada awal April 2026, jumlah hotspot di Indonesia telah mencapai 1.601 titik, mengakibatkan pencapaian curah hujan lebih rendah dibanding rata-rata normal.
I Made Darmawan menunjukkan bagaimana Bandara Tjilik Riwut merespons indikasi tersebut. Laporan operasional bandara menyebutkan bahwa dengan jarak pandang yang menurun drastis, bandara melakukan intervensi yang diperlukan, termasuk menunda atau mengalihkan rute, menyesuaikan jadwal pilot, serta mengaktifkan prosedur darurat. Mathematically, rata-rata pergerakan pesawat sehari dikurangi secara signifikan saat kondisi visibilitas turun di bawah ambang kritis, akibatnya takkurang satu-tiga rute di dalam jadwal Penerbangan Surabaya, Semarang, dan Hampapak terjadi perpanjangan waktu tunggu di landasan pacu.
Mitigasi Saling Kolaborasi Instansi
Bandara secara proaktif menerapkan strategi mitigasi dengan patroli area, pemantauan lingkungan sekitar dan kolaborasi dengan instansi di lapangan, termasuk otoritas di kabupaten dan provinsi. Kesiapan personel dalam menyikapi kondisi darurat tak hanya hanya bersifat administratif; mereka telah berlatih simulasi situasi karhutla, keamanan udara, dan kebijakan penolakan keberangkatan bila visibilitas berkurang.
Di tingkat nasional, BMKG memperkuat upaya preventif melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Metode rewetting pada lahan gambut, salah satu pendorong kebakaran di Kalimantan, menjadi prioritas. Saat tinggi muka air tanah di lahan gambut mulai menurun, BMKG segera menggerakkan modifikasi cuaca untuk menjaga kelembapan tanah agar tidak mudah terbakar. Sementara, petugas kampat di bandara terus memonitor data kelembapan dan suhu lapangan melalui sistem real-time, memberi kondisi jaringan yang dapat meminimalkan risiko pecahnya kebakaran.
Statistik Operasional Bandara Selama Karhutla
Bandara Tjilik Riwut biasanya menampung 20-30 pergerakan pesawat per hari, ternyata di tengah karhutla aliran menjadi 18-25 pesawat, mengurangi angka kedatangan serta keberangkatan. Penumpang harian di bandara, yang biasanya berkisar 2.500-3.000 orang, sedikit turun saat kabut tebal, namun tetap menegaskan operasional bandara dalam batas keselamatan. Rute paling terekspos, yaitu Jakarta, Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Sampit, Muara Teweh, dan Hampapak, menjadi sasaran utama memantau visibilitas udara secara berkala; bila visibilitas turun di bawah 2,5 km, rencana penerbangan dipaksa untuk beralih ke rute alternatif atau menunda.
Impian Penerbangan di Tengah Hutan Gemerlap
Ketika meteorologi menyatakan adanya kenaikan risiko karhutla disebabkan El Nino, unsur keselamatan penerbangan di Palangkaraya menjadi lebih penting. Situasi pun memaksa bandara untuk lebih terkoordinasi: semua keputusan operasional diambil tetap berdasarkan regulasi standar, namun disesuaikan dengan kondisi cuaca yang lebih dinamis. I Made Darmawan memastikan di setiap keputusan, jelas diharapkan lebih proaktif daripada reaktif, berlandaskan atas data dan perencanaan detil. Kepedulian ini menggambarkan komitmen Bandara Tjilik Riwut untuk aman menunda, alih, atau menyesuaikan rute sekaligus memastikan penumpang tetap menyusuri penjara huruf putih di atas danau karhutla.
Kesimpulannya, situasi di Palangkaraya menegaskan betapa pentingnya persiapan, komunikasi, dan respons cepat dalam menghadapi karhutla. Bandara Tjilik Riwut terus melayani penerbangan dengan tetap memprioritaskan keselamatan, seiring dinamika cuaca di wilayah yang kerap menjadi ladang kagubatan dan pendanaan energi.
Artikel Terkait
Pertamina Pimpin Upaya Sustainable Aviation Fuel di ASEAN
24 Juli 2026
Lionel Sinathrya Kembali ke Eropa, Donna Tulis Pesan Hati
17 Juli 2026
Bandara Husen Sastranegara Mulai Beroperasi 2026
9 Juli 2026
InJourney Percantik 4 Bandara pada 2026
18 Juni 2026
Jamaah Haji Kloter Perdana Debarkasi Medan Dijadwalkan Tiba 2 Juni
29 Mei 2026
Bunga Simpanan Tetap di atas Tingkat Penjaminan LPS
27 Juli 2026
Prabowo Panggil KSSK Dan Danantara, Tegaskan Koordinasi Kuat
27 Juli 2026
Hari Mangrove Gandeng 2.500 Bibit di Pulau Pramuka
27 Juli 2026
Memuat komentar...