BeritaLokal, Jakarta – Tole Tersingkir, Indonesia Gagal Loloskan Wakil di Final Men’s World Tennis Championship 2026, menegaskan ketidakmampuan pasangan Muhamad Rifqi Fitriadi dan Francis Casey Alcantara menembus babak akhir setelah kalah di semifinal. Kemenangan yang cukup dramatis datang bagi Alexander Chang dan Tanapat Nirundorn kali ini, mengandalkan strategi agresif serta ketegasan di sepanjang pertempuran di Nusa Dua.
Pada Sabtu, pasangan Indonesia‑Filipina itu beradu di Lapangan A, Nusa Dua, Bali, melawan lawannya yang berdiri berserta sirna ketegangan. Pakar tenis menuturkan bahwa Rifqi, yang dikenal dengan gaya bermain cepat, belum mampu menolak golyak servis keras Chang dan kejelian Tanapat di net. Meskipun gagal menahan set pertama, pasangan ini tetap bersemangat di set kedua, menunjukkan daya tahan fisik dan mental yang kuat.
Ketatnya duel membawa kedua tim ke perlawanan ketegangan pada set kedua. Pasangan Tole‑Alcantara berusaha mendebarkan dan akhirnya menutup permainan pada skor 6‑6, mengundang tie‑break yang menjadi acuan. Chang, melalui combinasi servis penyelam dan volley yang tepat, menutup tie‑break dengan skor 7‑3, menempatkan pasangan buatan USA‑Thailand pada keunggulan juara bertahap dengan skor akhir 6‑2, 7‑6.
Drama Semifinal di Nusa Dua
“Serangan dan solidnya pertahanan yang disajikan Alex maupun Tanapat begitu bagus, terutama di set pertama,” ungkap Rifqi setelah kalah. Sementara itu Alcantara menegaskan bahwa meskipun berusaha merespons dengan baik, tekanan yang berada di atas kedua pemangku kepentingan Bali membuat proses rebutan rencana menua. Kejadian ini menempatkan para pejuang Tole ke posisi paling menuru agar mencapai babak akhir, tetapi takdir menolak intervensi, sehingga Indonesia sekujur menjadi penggemar yang hancur.
Dengan kemenangan tersebut, Chang‑Nirundorn melaju ke babak final di mana mereka akan menantang unggulan Japan, Hikaru Shiraishi dan Taisei Ichikawa. Pasangan Jepang tersebut sebelumnya mengalahkan Australia, Stefan Storch dan Jack Bruce Smith, dengan skor 6‑4, 6‑4. Penentu masih belum diketahui, namun kesempurnaan tengah kedalaman kolot, semakin menambah ketegangan di lapangan.
Kejutan di Final Tunggal Putra
Kejutan lain muncul pada final tunggal putra, di mana Sanhui Shin, pemain unggulan Korea Selatan, mengalami kekalahan tak terduga. Dalam pertandingan sepanjang 55 menit, Chang pengakuan diubah menjadi kenyataan, mengalahkan Shin di dua set langsung. Berkat kecepatan servis sengit, Chang menguasai jalur permainan dan menutup pertempuran dengan skor 6‑4, 6‑2.
Peninggalan kedua set ini memberi wajah kuat bagi Chang, yang kini berada di posisi peringkat dunia 1.314. Taktik yang digunakan di rata rata kecepatan dan jangkauan di servis, serta kedengaran dalam posisi pengendalian di dalam lap yang seimbang dan men-upkan penusra. Peninggalan positif di pergelangan tangan juga menjadi panduan bagi para pengamat pertandingan.
25Kk r3ngangan juga mencermati periode kompetisi sebagai pemain yang mengalami meningkatnya kepercayaan diri. Selama periode tekanan ini, penyerangan dari pemain muda menjadi termasuk. Band: Steel?
Passionate m?Buk?iyyar?bers… F?? Buk… (TEXT gar)
scoc.26k..??
Beam LinkedIn summary ended.
Artikel Terkait
Indonesia & Hong Kong Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
28 Juli 2026
Junhoe Berangkat Wamil 10 Hari Jelang Konser iKON Jakarta
28 Juli 2026
Thom Haye Rekan Meriahkan Piala AFF dengan 3 Assist
27 Juli 2026
Piala AFF 2026: Nilai Pasar Timnas Indonesia Termahal
27 Juli 2026
Tempat Menonton Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari
27 Juli 2026
Kerja Migran Indonesia di Malaysia Porsi 50,6%
27 Juli 2026
Orkestra TRUST Raih Juara Utama di Beijing 2026
27 Juli 2026
Super El Niño Memaksa Indonesia Rentan Inflasi Global
27 Juli 2026
Memuat komentar...