BeritaLokal, Jakarta – 2.035 Barel Minyak Mengalir dari Sumur Menggala South mencatat pencapaian signifikan pada minggu ke‑6 operasi pengeboran Sumur Menggala South‑21, yang dimulai pada Juni 2026 dan selesai pada 19 Juli 2026. Sumber di lapangan menegaskan potensi produksi tersebut sejalan dengan target PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk memperkuat pasokan minyak nasional.
Strategi Pengeboran Menggala
Pada tanggal 12 Juni 2026, rig GW‑337, kendaraan pengeboran berbasis tenaga listrik dengan kapasitas 550 HP, memulai tur binatang di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Pengeboran dilakukan menggunakan metode infill berarah tipe J, yang dirancang khusus untuk menembus reservoir Formasi Menggala pada kedalaman 4.146 kaki. PT Pertamina Hulu Rokan menekankan pentingnya pendekatan teknis presisi; dengan menggunakan peralatan canggih, para insinyur mengoptimalkan penyesuaian tekanan borehole dan penyerapan material molding sebelum mencapai zona tempat berbentuk. Semakin menekan fisik, PHR berhasil mengelola risiko long open hole section dan potensi sloughing shale di zona awal borehole, yang konstan dalam kepadatan di sekitar 13,5%.
Efisiensi & Keselamatan Operasi Rokan
Operasi tidak hanya menyiapkan sumur dengan efisiensi 44% dibandingkan anggaran yang dianggarkan, namun juga menyiapkan penyesuaian taktik dalam mitigasi loss circulation. Pada kejadian solid rock‑bypass, tim menggunakan barrier‑sliding rod untuk menghentikan terjadinya flujo. Kesejahteraan tenaga kerja didukung oleh protokol keselamatan yang dikuatkan, menghasilkan zero incident keselamatan kerja sepanjang 19 hari pengeboran. Akhirnya, produksi potensial 2.035 Barel Minyak Mengalir dari Sumur Menggala South memperoleh water cut 0 persen, menandakan mutu 100 persen dalam minyak tunggal.
Tantangan teknis lainnya termasuk fault crossing, dimana kondisi batuan saluran horizontal memerlukan pemrograman PD (Phase Detection) untuk menghindari penyobekan. Dengan strategi perforation pad yang berbeda, manajemen pengujian industri meminimalisir hambatan pada akhir borehole. Akhirnya, PHR mengeksekusi penyelesaian sumur 9% lebih cepat dari jadwal yang direncanakan, menyelamatkan waktu eksplorasi sambil menambah produktivitas.
Pengembangan ini memainkan peran penting dalam rencana strategis perusahaan, yang menargetkan diversifikasi sumber energi di dekat wilayah Rokan. “Keberhasilan Sumur Menggala South‑21 menegaskan bahwa lapangan eksisting di Blok Rokan masih memiliki potensi besar,” ujar Andre Wijanarko, General Manager Zona Rokan, pada hari Jumat (24/7/2026). Ia menambahkan bahwa proyek ini adalah bukti konkret dari komitmen PHR terhadap produksi migas optimal melalui operasi unggul, selamat, dan efisien.
Oleh karena itu, hasil ini membuka pintu bagi evaluasi subsurface tambahan di area Menggala dan sekitarnya. PHR merencanakan analisis lebih lanjut terhadap potensi reservoir lainnya, memanfaatkan data geofisika dan geokimia untuk memperkirakan yield. Implementasi riset berkelanjutan diharapkan dapat menyumbang pada ketahanan energi nasional serta menambah pencarian peluang pengembangan lebih lanjut di sektor minyak kontinyu.
Menghasilkan lebih dari 2.035 Barel per hari, Sumur Menggala South‑21 menjadi contoh konkret bagi industri migas lokal bahwa pendekatan berbasis teknologi tinggi dan manajemen risiko terpadu dapat menemukan sumber daya baru dengan kecepatan dan aman. Keberhasilan ini juga menegaskan peran investasi modern dan strategi operasional bersih sebagai faktor kunci dalam mempertahankan produksi energi di Indonesia di tengah dinamika global.
Artikel Terkait
Purbaya Ulangi Diskusi Pertamina: BBM Subsidi dan Teknologi
24 Juli 2026
Pertamina Pimpin Upaya Sustainable Aviation Fuel di ASEAN
24 Juli 2026
Dirut Pertamina Pastikan SPBU Palembang Beroperasi Optimal
23 Juli 2026
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU Palembang Optimal
23 Juli 2026
Indonesia Fokus pada SAF Indonesia, Target Emisi Rendah 2027
23 Juli 2026
SAF Wajib 2027 Pertamina Siap Produksi & Rantai Pasok
22 Juli 2026
PLN Surplus Hidrogen 125 Ton, Siap Dioptimalkan
21 Juli 2026
Bahlil Dorong TransJakarta Beralih Bus Hidrogen
21 Juli 2026
Memuat komentar...