BeritaLokal, Palembang – Bos Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Berjalan Optimal, menjadikan kunjungan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, pada Rabu, 22 Juli 2026, sebagai momen penting untuk menilai kualitas pelayanan SPBU di kota ini. Dalam perjalanan tersebut, Mars Ega menelusuri dua titik strategis, yakni SPBU 23.301.34 Noerdin Pandji dan SPBU 23.301.29 Kebun Bunga di Simpang Bandara, dengan tujuan utama memastikan bahwa sistem distribusi biosolar subsidi tetap responsif dan akuntabel bagi konsumen.
Saat menempuh perjalanan di jalan Tol Palembang, Mars Ega langsung bekerja sama dengan petugas SPBU untuk mengawasi proses penyaluran Biosolar melalui Program Subsidi Tepat. Program ini mengadopsi teknologi QR Code sebagai mekanisme verifikasi, sehingga pilot kendaraan dapat dengan cepat mendapatkan bahan bakar bersubsidi setelah memindai kode. Dengan mengunjungi lapangan, Mars Ega menegaskan kembali komitmen Pertamina Patra Niaga: “Kami ingin memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan Biosolar bersubsidi memperoleh pelayanan yang nyaman. Karena itu kami hadir langsung di lapangan untuk melihat pelayanan, mendengar masukan konsumen, sekaligus memastikan Program Subsidi Tepat berjalan lancar.” Everett doming language.
Selain memantau teknologi, Mars Ega berbincang langsung dengan pengemudi truk yang sedang mengisi BBM, meminta saran dan tanggapan atas pengalaman menempuh shuttle SPBU. Pemikiran beliau berakar pada gagasan bahwa keberhasilan program subsidi tidak sekadar memanfaatkan dana, melainkan juga kualitas di setiap titik titik layanan. Kejadian ini menegaskan peran penting partisipasi masyarakat dalam menilai dan melaporkan kebutuhan yang belum terpenuhi, sehingga dapat ditindaklanjuti secara cepat.
Di sisi data, pada 22 Juli 2026, pencatatan Nasional Program Subsidi Tepat telah mencatat lebih dari 3,9 juta kendaraan yang terdaftar sebagai penerima biosolar subsidi, sementara hampir 12 juta kendaraan Pertalite telah terdaftar. Angka ini menunjukkan skalabilitas program yang luas, memberikan gambaran bahwa sebagian besar jaringan pertamax tetap relevan dibandingkan tren transportasi biosolar. Dengan angka tersebut, Pertamina dapat menyesuaikan rencana pengadaan dan distribusi BBM, sehingga meminimalkan kekurangan di titik-titik SPBU utama.
Setiap kali Melihat jalur distribusi, Direktur Eksekutif Genel Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Selatan, Alexander Susilo, menambahkan bahwa di Palembang kini terdapat 13 SPBU 24 jam yang melayani penyaluran biosolar. Selain itu, delapan SPBU di wilayah tersebut mulai menawarkan layanan biosolar pada malam hari, pukul 21.00 hingga 05.00 WIB, sebagai upaya mengurai antrian dan mempermudah kendaraan semarini malam. Besar upaya tersebut dibangun melibatkan koordinasi intensif antara Pertamina, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta stakeholder logistik, guna memperkuat jaringan penyaluran energi penting bagi masyarakat kota besar.
Pernyataan Alexander menggarisbawahi sinergi ini: “Layanan ini merupakan hasil koordinasi dan sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan Biosolar bersubsidi kepada masyarakat. Kami juga terus memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman sehingga pelayanan di seluruh SPBU dapat berjalan optimal.” Program ini tidak hanya memperluas waktu operasional tetapi juga meningkatkan kapasitas sehingga kendaraan angkutan barang dapat melanjutkan perjalanan tanpa menunggu lama, sehingga memiliki dampak positif terhadap rantai suplai logistik.
Analisisnya menunjukkan bahwa inisiatif ini tidak hanya mengatasi kebutuhan energi saat ini, tetapi juga menyiapkan infrastruktur SPBU Palembang bagi masa depan di mana kendaraan listrik dan sumber energi terbarukan akan semakin dominan. Dengan adanya sistem QR Code sekaligus integrasi data nasional, Pertamina Patra Niaga menempatkan dirinya sebagai pelopor inovasi distribusi BBM, sambil menjaga kepercayaan publik pada layanan yang dapat diakses, aman, dan transparan.
Artikel Terkait
Purbaya Ulangi Diskusi Pertamina: BBM Subsidi dan Teknologi
24 Juli 2026
Sumur Menggala South Hasil 2.035 Barrel Minyak per Hari
24 Juli 2026
Pertamina Pimpin Upaya Sustainable Aviation Fuel di ASEAN
24 Juli 2026
Dirut Pertamina Pastikan SPBU Palembang Beroperasi Optimal
23 Juli 2026
Indonesia Fokus pada SAF Indonesia, Target Emisi Rendah 2027
23 Juli 2026
SAF Wajib 2027 Pertamina Siap Produksi & Rantai Pasok
22 Juli 2026
PLN Surplus Hidrogen 125 Ton, Siap Dioptimalkan
21 Juli 2026
Bahlil Dorong TransJakarta Beralih Bus Hidrogen
21 Juli 2026
Memuat komentar...