Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda ingin agar daerahnya dapat menjadi referensi global bagi praktik hilirisasi nikel
PerbesarGubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda ingin agar daerahnya dapat menjadi referensi global bagi praktik hilirisasi nikel
, Jakarta – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mendorong agar daerahnya dapat menjadi referensi global bagi praktik hilirisasi nikel berkelanjutan. Dengan kontribusi sekitar 13-15 persen terhadap pasokan nikel dunia, Maluku Utara kini menjadi salah satu simpul paling strategis dalam rantai pasok mineral kritis global.
Komitmen itu diutarakan dalam perbincangan dengan Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia, dalam rangka Indonesia Critical Minerals Conference 2026.
Meskipun begitu, Sherly menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak dapat diukur hanya dari pertumbuhan ekonomi dan investasi yang masuk.
Menurut dia, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat lokal dapat mengambil peran yang lebih besar dalam rantai nilai industri. Baik sebagai tenaga kerja terampil, pelaku usaha, maupun pemasok yang mendukung aktivitas industri di daerah.
“Karena itu kami sedang memperkuat pendidikan dan keterampilan masyarakat agar lebih banyak warga Maluku Utara dapat mengambil peran yang lebih besar dalam industri,” ujar Sherly, dikutip Kamis (4/6/2026).
“Kami juga sedang mendorong pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik yang relevan dengan kebutuhan sektor industri, sehingga ke depan semakin banyak masyarakat lokal yang dapat mengisi posisi-posisi strategis,” ungkapnya.
Ekonomi Maluku Utara Meroket
PerbesarEksploitasi tambang nikel menyebabkan deforestasi kian meluas di Halmahera Tengah, Maluku Utara, wilayah yang dulunya sebuah hutan alam tempat berlindung dan sumber penghidupan bagi suku asli Hongana Manyawa di Halmahera Tengah, Maluku Utara. (Foto oleh AFP)
Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada kuartal I 2026 melesat hingga 19,64 persen. Tertinggi di Indonesia dengan ditopang oleh aktivitas pengolahan dan pertambangan yang terus berkembang.
Komoditas berbasis besi baja, nikel, dan bahan kimia anorganik bahkan menyumbang 96,65 persen dari total ekspor daerah.
Tak hanya di Maluku Utara, nikel juga menjadi kontributor utama realisasi investasi hilirisasi di Indonesia pada Januari-Maret 2026. Dengan kontribusi sekitar Rp 41,5 triliun dari total realisasi investasi senilai Rp 147,5 triliun.
Standar Kelas Dunia
Pengakuan juga turut diberikan Ketua ESDM Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia, Ovan Tito, setelah melakukan kunjungan kerja ke Indonesia Weda-bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara.
Ovan menilai, praktik hilirisasi nikel di sana bisa jadi acuan di tengah meningkatnya permintaan mineral kritis untuk mendukung transisi energi dunia.
“Setelah melihat langsung operasional di lapangan, investasi lingkungan yang dilakukan, kami melihat sebuah ekosistem industri yang beroperasi pada skala kelas dunia dan terus berupaya meningkatkan standar keberlanjutan,” ungkapnya.
