Sebut Kepercayaan Investor Masih Kuat, Purbaya: Jangan Termakan Pemberitaan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah terus menjaga stabilitas sektor keuangan.

PerbesarMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Media Briefing dan Buka Puasa bersama Media di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

, Jakarta – Pemerintah memastikan keyakinan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga. Hal ini terlihat dari masih berlanjutnya arus modal asing yang masuk (net inflow) ke dalam negeri, meskipun pasar saham masih berada dalam tekanan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah terus menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.

Pada kuartal I 2026, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham mengalami net outflow atau aliran dana keluar. Di periode tersebut, hanya instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang mencatatkan peningkatan.

Memasuki kuartal II 2026, kondisi mulai menunjukkan perbaikan. Purbaya mengatakan dana asing kembali mengalir ke pasar obligasi pemerintah maupun instrumen SRBI.

“Pada kuartal pertama kita lihat SBN dan saham turun terus, yang naik hanya SRBI, tetapi pada kuartal kedua kita lihat SBN mulai naik, saham masih turun, dan SRBI naik lebih besar,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026).

Berdasarkan data per 3 Juni 2026, total net inflow modal asing pada kuartal II mencapai Rp 60,9 triliun. Dari angka tersebut, pasar SBN mencatatkan arus dana masuk sebesar Rp 14,4 triliun. Sementara SRBI menjadi instrumen dengan aliran modal masuk terbesar, yakni Rp 70,1 triliun.

 

Arus Dana Keluar

PerbesarMenteri Keuangan Purbaya buka suara soal dampak pembentukan Badan Ekspor ke IHSG dan pasar saham.

Di sisi lain, pasar saham masih membukukan arus dana keluar (outflow) sebesar Rp 23,5 triliun.

“Yang penting kita lihat net-nya. Kuartal kedua masih positif. Ini menjawab keraguan banyak orang,” tegasnya.

Menurut Purbaya, perkembangan tersebut menjadi indikasi bahwa kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. 

“Kalau kita lihat datanya, optimismenya masih ada ke ekonomi Indonesia. Jadi jangan termakan satu pemberitaan saja. Kelihatan sekali bahwa di SRBI maupun bond masih signifikan inflow-nya,” pungkas Purbaya. 



error: Content is protected !!