Rupiah Tertekan, Pengusaha Pede Investasi Masih Tumbuh

[BeritaLokal], Jakarta – Meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan dan pasar keuangan global serta domestik bergejolak, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia tetap mempertahankan optimisme bahwa investasi jangka panjang tetap bergerak maju. Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyatakan bahwa pelemahan kurs rupiah dan koreksi pasar saham bukanlah indikator kegagalan ekonomi, melainkan bagian dari siklus global yang harus dianggap sebagai tantangan yang dapat diatasi, bukan dihambat.

Dalam konteks historis, Indonesia telah menghadapi berbagai gejolak ekonomi global, mulai dari krisis keuangan Asia, krisis global 2008, pandemi COVID-19, hingga gejolak geopolitik, dan selalu berhasil mempertahankan aktivitas ekonomi riil, investasi, produksi, serta penciptaan lapangan kerja. “Daya tahan ekonomi nasional tidak boleh diukur hanya dari pergerakan harian kurs atau indeks saham, melainkan dari kemampuan menjaga aktivitas ekonomi riil, investasi, produksi, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Ma’ruf, menegaskan bahwa indikator kinerja ekonomi yang sejati adalah konsistensi pertumbuhan riil dan ketahanan struktural.

HKI menilai bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap menjadi magnet bagi investor jangka panjang. Kombinasi keunggulan pasar yang luas, sumber daya alam melimpah, serta agenda hilirisasi industri yang berjalan telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan pasar strategis di kawasan Asia Tenggara. Dalam kondisi ketidakpastian global, HKI mendorong pemerintah untuk mempercepat reformasi struktural, dengan fokus pada penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, ketersediaan energi, serta peningkatan kualitas infrastruktur.

Menurut Ma’ruf, investor pada dasarnya mencari tiga hal: kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga elemen ini dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia tetap kompetitif meskipun dunia menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik. “Investor tidak menunggu ‘kondisi sempurna’, tapi mereka menunggu ‘kondisi yang stabil, terprediksi, dan tercepat’,” tambahnya.

HKI juga mengapresiasi koordinasi pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta meningkatkan daya tarik aset domestik. Langkah ini penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional. Di tengah pelemahan ekonomi global, HKI melihat bahwa situasi ini justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk menangkap arus relokasi industri global. Banyak perusahaan multinasional tengah meninjau ulang rantai pasok global dan mencari lokasi investasi yang lebih efisien, stabil, serta memiliki pasar besar, dan Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menangkap arus tersebut.

“Sejarah menunjukkan bahwa negara yang mampu bergerak cepat di tengah ketidakpastian justru menjadi pemenang ketika ekonomi global kembali pulih,” ujar Ma’ruf. “Saat ini bukan waktunya pesimis. Ini adalah saat yang tepat untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, kawasan industri, dan investor guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.”

HKI menegaskan komitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat investasi, memperkuat ekosistem industri nasional, serta memastikan kawasan industri tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Dengan pendekatan sistemik, kolaboratif, dan berbasis data, HKI percaya bahwa Indonesia tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga dapat mengejar pertumbuhan yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di era globalisasi dan transformasi digital.

Artikel Terkait

0