Rupiah Tertekan, Pengusaha Pede Investasi Masih Tumbuh

Investasi diyakini tetap tumbuh meski nilai tukar rupiah dan pasar keuangan tertekan.

PerbesarTeller menghitung mata uang rupiah di bank, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi terhadap dolar Amerika Serikat sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia dan mekanisme pasar. (/Angga Yuniar)

, Jakarta – Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia meyakini investasi tetap tumbuh meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan dan pasar keuangan global, serta domestik bergejolak.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan pelemahan kurs rupiah dan koreksi pasar saham perlu disikapi secara proporsional karena merupakan bagian dari siklus ekonomi global.

“Indonesia telah berkali-kali menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, mulai dari krisis keuangan Asia, krisis global 2008, pandemi COVID-19, hingga berbagai gejolak geopolitik dunia. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi nasional tidak boleh diukur hanya dari pergerakan harian kurs atau indeks saham, melainkan dari kemampuan menjaga aktivitas ekonomi riil, investasi, produksi, dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Ma’ruf dikutip dari Antara, Senin (8/6/2026).

Pihaknya menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menjadi magnet bagi investor jangka panjang. Ini karena Indonesia memiliki kombinasi keunggulan berupa pasar yang luas, sumber daya alam melimpah, serta agenda hilirisasi yang terus berjalan sehingga menjadikannya basis produksi dan pasar strategis di kawasan Asia Tenggara.

Lebih lanjut, di tengah ketidakpastian global, HKI mendorong pemerintah untuk terus mempercepat reformasi struktural guna menjaga arus investasi.

Pihaknya menilai fokus utama saat ini bukan pada gejolak pasar jangka pendek, melainkan memastikan investasi dapat masuk dan terealisasi lebih cepat.

Menurut HKI, penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, kepastian tata ruang, ketersediaan energi, serta peningkatan kualitas infrastruktur menjadi faktor yang lebih menentukan bagi investor dibandingkan fluktuasi pasar keuangan.

“Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik,” lanjut Ma’ruf.

 

Pelemahan Ekonomi Global

PerbesarDeretan gedung bertingkat terlihat dari jendela gedung pencakar langit di kawasan Jakarta, Kamis (26/12/2019). Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan di kisaran 5,2%, berada di bawah target APBN 2020 sebesar 5,3%. (/Angga Yuniar)

HKI juga mengapresiasi koordinasi pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan serta meningkatkan daya tarik aset domestik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.

Lebih lanjut, HKI melihat pelemahan ekonomi global justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi. Saat ini banyak perusahaan multinasional tengah meninjau ulang rantai pasok global dan mencari lokasi investasi yang lebih efisien, stabil, serta memiliki pasar besar. 

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menangkap arus relokasi industri tersebut apabila reformasi regulasi dan percepatan investasi terus dijalankan secara konsisten.

“Sejarah menunjukkan bahwa negara yang mampu bergerak cepat di tengah ketidakpastian justru menjadi pemenang ketika ekonomi global kembali pulih. Karena itu, saat ini bukan waktunya pesimis. Ini adalah saat yang tepat untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, kawasan industri, dan investor guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Ma’ruf.

Pihaknya menegaskan komitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat investasi, memperkuat ekosistem industri nasional, serta memastikan kawasan industri tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi.




Pentas Bola Dunia 2026

  • Nazar Unik Lamine Yamal dan Optimisme Spanyol Raih Gelar Piala Dunia 20261 jam yang lalu
  • Klarifikasi Rafael Leao Usai Diganjar Kartu Merah saat Hadapi Chile: Cuma Ingin Bela Rekan Setim1 jam yang lalu
  • Apa Alasan Lamine Yamal Selalu Memakai Perban di Tangannya?2 jam yang lalu
  • Piala Dunia 2026: Insiden Penembakan di Dekat Markas Inggris di Kansas City Timbulkan Sorotan soal Keamanan2 jam yang lalu
  • Prediksi Eks Pemain MU tentang Juara Piala Dunia 2026: Bukan Argentina atau Brasil, Prancis Jadi Favorit2 jam yang lalu
  • Update Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2026: Raphinha Akui Belum Capai Kondisi Terbaik2 jam yang lalu
  • Timnas Prancis dan Misi ‘Ending’ Bersama Didier Deschamps di Piala Dunia 20262 jam yang lalu
  • 2 Pemain Kunci Timnas Maroko Cedera Menjelang Piala Dunia 20262 jam yang lalu
  • Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 20262 jam yang lalu
  • Menuju Piala Dunia 2026: Inggris Diminta Maksimalkan Ketajaman Harry Kane2 jam yang lalu
  • Daftar Skuad Termahal Piala Dunia 2026: Prancis Teratas, Disusul Inggris dan Spanyol2 jam yang lalu
  • Regulasi Kartu Kuning dan Kartu Merah Piala Dunia 2026: Aturan Pemutihan dari FIFA3 jam yang lalu

Lihat Selengkapnya

error: Content is protected !!