Investasi, Komisaris Utama Medikaloka Hermina Beli 5,08 Juta Saham HEAL

[BeritaLokal], Jakarta – Komisaris Utama PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), Hasmoro, menggelar pembelian saham strategis sebanyak 5,08 juta unit saham HEAL pada awal Juni 2026, membawa kepemilikan langsungnya naik hingga 4,99% dari sebelumnya 4,96%. Transaksi ini merupakan bagian dari kebijakan investasi jangka panjang, sesuai dengan keterangan resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyatakan tujuan transaksi sebagai “investasi dengan status kepemilikan langsung”.

Pembelian tersebut dilakukan secara bertahap, dengan dua transaksi terpisah. Pertama, pada 2 Juni 2026, Hasmoro membeli 3,286.600 saham HEAL dengan harga Rp913 per saham, mencapai nilai transaksi Rp3 miliar. Kedua, pada 3 Juni 2026, ia membeli 1,796.400 saham dengan harga Rp850 per saham, mencapai nilai Rp1,49 miliar. Total pembelian mencapai 5,083.000 saham dengan nilai total Rp4,49 miliar.

Dengan penambahan ini, Hasmoro kini memiliki 766,911.189 saham HEAL, setara 4,99% dari total ekuitas perusahaan. Sebelumnya, ia memiliki 761,828.189 saham atau 4,96%. Penambahan saham ini terjadi setelah transaksi sebelumnya pada Mei 2026, di mana ia membeli 313.000 saham HEAL dengan total nilai Rp309,87 juta, mengakibatkan kepemilikan naik dari 4,94% menjadi 4,95%.

Pada penutupan perdagangan Senin, 8 Juni 2026, saham HEAL ditutup turun 3,75% menjadi Rp770 per saham, dengan harga tertinggi Rp790 dan terendah Rp760. Kapitalisasi pasar perusahaan mencapai Rp11,83 triliun, menunjukkan bahwa pasar tetap mempertimbangkan dinamika perusahaan dalam konteks pertumbuhan dan ekspansi jangka menengah.

PT Medikaloka Hermina Tbk, sebagai penyedia layanan kesehatan melalui jaringan rumah sakit, berencana menambah dua unit rumah sakit tipe C dengan kapasitas masing-masing 100 tempat tidur. Lokasinya berada di Badung, Bali, dan Salatiga, dengan target operasional akhir 2025. Managing Director Finance and Strategic Development, Yulisar Khiat, menyampaikan bahwa pembangunan telah berjalan sesuai jadwal, dengan rencana operasional pada akhir November hingga awal Desember.

Selain ekspansi fisik, perusahaan juga memperkuat kolaborasi strategis dengan PT Dwimuria Investama Andalan (DIA), perusahaan holding Grup Djarum. Yulisar menjelaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang layanan kesehatan yang lebih luas bagi lebih dari 300.000 karyawan dan perusahaan di bawah naungan Grup Djarum. Hermina berfokus menyesuaikan layanan khusus untuk eksekutif dan perusahaan mitra dalam ekosistem Grup Djarum.

Dengan peningkatan kepemilikan saham, serta rencana ekspansi jaringan rumah sakit dan kolaborasi strategis, PT Medikaloka Hermina Tbk tampaknya mempersiapkan diri untuk memperkuat posisi di tengah persaingan industri kesehatan yang semakin ketat. Dengan pendekatan investasi jangka panjang, ekspansi geografis, dan sinergi ekosistem bisnis, perusahaan berupaya mempertahankan pertumbuhan dan stabilitas dalam kondisi pasar yang dinamis.

error: Content is protected !!