Rupiah Melemah Hari Ini, Prediksi Analis Berlaku

BeritaLokal, Jakarta – Rupiah kembali melemah pada perdagangan Kamis (9/7/2026) seiring tekanan terhadap mata uang Asia. Nilai tukar rupiah dibuka di level 18.091 per dolar AS, mengalami pelemahan 52 poin atau 0,29 persen dari penutupan sebelumnya di 18.014 per dolar AS. Pergerakan kawasan Asia juga terlihat dengan baht Thailand melemah 0,1% ke level 33,47 per dolar AS, sementara dolar Singapura tetap stabil di kisaran 1,2930 per dolar AS.

Selain itu, tekanan pada rupiah mencerminkan ketegangan geopolitik yang terus memperparah. Pemerintahan AS meluncurkan serangkaian serangan terhadap Iran, menimbulkan kekhawatiran terkait kelancaran pelayaran di Selat Hormuz. Analis ekonomi Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp 18.010-Rp 18.060 per dolar AS, seiring kekhawatiran terhadap volatilitas pasar keuangan.

Pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh faktor-faktor global seperti arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, konflik di Timur Tengah, dan pergerakan imbal hasil obligasi AS. Meski terjadi fluktuasi, kinerja rupiah dalam jangka pendek masih tergantung pada dinamika pasar dan sentimen ekonomi global.

Gerak Rupiah Kemarin

Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (8/7/2026), turun 34 poin atau 0,19% ke level 18.014 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.980 per dolar AS. JISDOR Bank Indonesia berada di level 18.005 per dolar AS, turun dari posisi sehari sebelumnya 17.988 per dolar AS.

Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan telah memulai serangkaian serangan terhadap Iran untuk memberikan “biaya berat” atas serangan Teheran terhadap pelayaran komersial. eskalasi konflik ini berpotensi mengganggu pasokan energi global dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

Analisis Pasar

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik. “Kondisi itu berpotensi mengganggu pasokan energi global sekaligus meningkatkan volatilitas di pasar keuangan,” kata dia dalam keterangan tertulis. Rupiah masih memperlihatkan fluktuasi terkait dinamika ekonomi dan sentimen global.

Artikel Terkait

0