Rupiah Bangkit, Hari Ini Ditutup Rp 17.944 per Dolar AS

BeritaLokal, Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026) menjadi Rp 17.944 per dolar AS, naik 0,63 persen dari level sebelumnya Rp 18.058 per dolar AS. Penguatan terjadi di bawah sentimen pasar yang membaik dan langkah stabilisasi Bank Indonesia (BI) yang disampaikan dalam kebijakan moneter.

Selain itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga menunjukkan penguatan, mencapai Rp 17.971 per dolar AS dari level sebelumnya Rp 18.141. Pemulihan rupiah terjadi setelah mata uang Garuda menyentuh titik terlemah di Rp 18.190 per dolar AS pada awal pekan ini.

Analisis dari Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengungkapkan bahwa rupiah memulihkan posisi seiring kenaikan sentimen pasar dan langkah stabilisasi BI. “Setelah menyentuh level terlemah di Rp 18.190 per dolar AS pada awal pekan, rupiah mulai menunjukkan pemulihan seiring membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia,” kata Amru, dikutip dari Antara.

Meski demikian, Amru mengingatkan bahwa pergerakan rupiah masih berpotensi fluktuasi karena investor terus mencermati faktor eksternal seperti konflik di Timur Tengah dan data inflasi AS. “Jika inflasi AS masih tinggi, dolar AS berpotensi menguat karena pasar akan memperkirakan suku bunga tetap tinggi lebih lama. Sebaliknya, jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, dapat berkurang,” kata Amru.

Kebijakan BI yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dinilai meningkatkan kepercayaan pasar terhadap komitmen BI menjaga stabilitas rupiah. Kebijakan ini dianggap membantu menjaga optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.

Pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen positif dari keputusan BI, yang menunjukkan komitmen dalam mengendalikan stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global. Penguatan rupiah diharapkan mendorong investasi dan memperkuat ekonomi lokal.

error: Content is protected !!