BeritaLokal, Medan – Pemko Medan memperkuat komitmen dalam memastikan penggunaan Stadion Teladan tetap aman dan terkendali, meski adanya aktivitas komunitas lari di area tersebut masih mendapat perhatian. Tidak hanya karena kondisi stadion yang masih dalam tahap penyelesaian perawatan intensif, tetapi juga untuk menghindari kekhawatiran publik terhadap ketersediaan fasilitas saat ajang AFF U-19 2026 mendekati. Pemko Medan menegaskan bahwa tidak ada izin resmi diberikan kepada komunitas Banban Running Club, yang memicu perdebatan publik setelah unggahan video aktivitas mereka di media sosial.
Selain itu, keterlibatan pihak terkait dalam pengelolaan stadion masih berada di tangan rekanan proyek, karena proses serah terima belum selesai. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, T. Chainuniza, menegaskan bahwa tanggung jawab pengelolaan stadion tetap di tangan pihak yang berwenang, sementara Pemko Medan belum memiliki peran langsung dalam aktivitas tersebut. “Kami masih menelusuri siapa yang memberikan akses masuk ke stadion,” katanya, menekankan bahwa penegakan aturan harus bersifat transparan.
Polemik muncul setelah akun komunitas Banban Running Club mengunggah dokumentasi aktivitas mereka di Stadion Teladan, yang tengah dalam proses perawatan. Kegiatan lari tersebut disebut sebagai momen pertama bagi komunitas untuk merasakan atmosfer stadion sebelum turnamen resmi dimulai. Namun, unggahan itu menimbulkan kebingungan publik karena dituding mengabaikan pengamanan yang lemah di area steril. Dalam video tersebut, anggota komunitas tampak berlari dan menginjak rumput stadion, memicu kritik atas ketidaksempurnaan penguasaan fasilitas.
Pemko Medan segera melakukan langkah untuk menyelesaikan masalah ini. Dalam beberapa hari terakhir, wali Kota Rico Waas menggelar gotong royong massal di kawasan stadion sebagai bagian dari percepatan persiapan arena pertandingan internasional. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota dan jajaran OPD, dengan harapan menunjukkan komitmen Pemko Medan dalam memelihara kebersihan dan keselamatan fasilitas.
Penggunaan stadion masih terbatas pada area yang berwenang, sementara pihak terkait tetap melakukan investigasi untuk menentukan siapa yang memberikan izin penggunaan. Chainuniza meminta agar penyidikannya dilakukan secara transparan, dengan menyampaikan pernyataan pihak penanggung jawab sehingga publik dapat memahami prosesnya. “Kita berharap persoalan ini segera terang,” tegasnya, mengingatkan bahwa kepastian izin sangat penting untuk mencegah konflik.
Dalam rangka menyelesaikan masalah tersebut, Pemko Medan meminta jajarannya melakukan penelusuran lebih lanjut pada pihak yang terlibat. Dalam pertemuan dengan wartawan, Rico menyebutkan bahwa proses ini akan dilanjutkan hingga ada kepastian izin resmi dari pihak tertentu. “Saya sudah minta ke jajaran untuk mencari tau siapa yang mengizinkan mereka masuk ke dalam stadion,” katanya, menegaskan bahwa tidak ada komunikasi terkait aktivitas tersebut dengan Pemko Medan.
Kepada publik, Pemko Medan meminta agar tetap bersabar dan berpatokan pada aturan yang jelas. “Dalam situasi seperti ini, masyarakat harus memahami bahwa keamanan fasilitas umum sangat penting,” ujar Chainuniza, yang menekankan bahwa penggunaan stadion hanya diperbolehkan dengan izin resmi. Dengan demikian, Pemko Medan berharap masalah ini segera terpecahkan agar tidak menjadi alasan untuk kebencian publik.
Artikel Terkait
RUN & RAVE Jakarta: Rutinitas Pagi Produktif dengan Aktivitas Fisik
13 Juli 2026
Desak Penertiban, Rommy Van Boy Minta Pemko Bongkar Properti Hermes di Trotoar
10 Juni 2026
Pemko Medan Bantah Janji Biayai Akomodasi AFF U
2 Juni 2026
Buka Jambore Cabang Kota Medan 2026, Rico Waas Tekankan Pembentukan Karakter dan Disiplin Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 20
29 Mei 2026
Persib Bandung Masuk Semifinal Presiden 2026 Menang DPMM FC
28 Juli 2026
Roberto Mancini Dipanggil Kembali Pelatih Timnas Italia
28 Juli 2026
Persija Jakarta vs Port FC Raja Gelora Bung Tomo Memanas
28 Juli 2026
Malaysia AFF 2026 Menang 4-0 atas Laos Puncak Grup B
28 Juli 2026
Memuat komentar...