PLTS Koperasi Merah Putih di Pulau Sembur Akan Selesai Hari Ini

BeritaLokal, Pulau Sembur – Proyek pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Suria) berbasis terbarukan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur kian mendekati target selesai dalam waktu dekat. Proyek ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat transisi ke sumber daya bersih, dengan dukungan langsung dari Kementerian Koperasi dan Pertanian serta Pertamina New & Renewable Energy (NRE).

Pembenahan Infrastruktur Energi Jadi Pilar Ekonomi Lokal
KDKMP dihimpun sebagai pihak lokal yang mampu mengelola proyek ini, sambil mendukung sinergi antarinstansi. Proyek PLTS dengan kapasitas 400 kWp dan sistem baterai 600 kWh akan selesai pada akhir pekan ini, sesuai rencana pemanfaatan energi terbarukan di wilayah yang belum terhubung jaringan listrik. KDKMP akan mengelola infrastruktur seperti cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker 2 ton per hari, serta memperkuat ekonomi lokal melalui pengembangan usaha produktif.

Percepatan Progres dan Manfaat bagi Warga
Pada tahap awal, proyek telah mencapai 80% penyelesaian, termasuk penyelesaian jaringan distribusi listrik dan pembangunan fasilitas pendukung. Kepala Divisi Pengembangan Usaha KDKMP, Panel Barus, menjelaskan bahwa proyek ini bukan hanya menambah energi bersih, tetapi juga memberikan nilai ekonomi langsung bagi warga. “PLTS akan mendukung fasilitas produksi seperti cold storage dan pabrik es untuk masyarakat nelayan,” katanya.

Selain itu, proyek diharapkan meningkatkan lapangan kerja, mengurangi biaya operasional, serta meningkatkan kesejahteraan warga melalui sinergi antar koperasi. Proyek ini juga menjadi pilar ekonomi produktif berbasis energi bersih di sektor pertanian Pulau Sembur, menawarkan contoh yang dapat dijadikan bahan referensi untuk pengembangan usaha lainnya.

Konsep Ekonomi Produktif: Kunci Pemulihan Ekonomi Lokal
Pilihan lokasi Pulau Sembur sebagai tempat proyek ini dilakukan karena wilayah tersebut sudah memiliki aktivitas ekonomi yang stabil, namun belum terhubung jaringan listrik. Dengan PLTS, koperasi menjadi pengelola utama sumber energi sekaligus penggerak kegiatan ekonomi warga. Proyek ini tidak hanya menyediakan energi andal, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antar koperasi.

Proyek ini diharapkan menjadi model yang dapat diadaptasi dalam pengembangan usaha produktif berbasis energi terbarukan di sektor pertanian, memperkuat ekonomi lokal dan menciptakan keberlanjutan lingkungan.

error: Content is protected !!