BeritaLokal, Jakarta –
PT Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Setelah Gempa Palu
Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di wilayah Sulawesi tetap aman setelah gempa Palu terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026. Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa infrastruktur energi milik PT Pertamina tetap beroperasi normal tanpa gangguan.
“Kami memastikan seluruh fasilitas distribusi dan penyaluran BBM serta LPG di wilayah terdampak tidak mengalami kerusakan signifikan,” kata Lilik saat konferensi pers, Selasa (16/6/2026). Ia menegaskan bahwa stok BBM dan LPG di Sulawesi masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Proses distribusi energi juga berjalan lancar tanpa hambatan.
Pertamina terus melakukan pemantauan intensif di lapangan serta koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga layanan energi optimal. Lilik menekankan bahwa upaya ini dilakukan secara real-time, termasuk monitoring dampak gempa susulan yang telah terjadi sejak pagi hari.
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan ada 20 aktivitas gempa susulan (aftershock) berkekuatan Magnitudo 5,1 hingga pukul 12.00 WIB. Gempa terjadi pada pukul 10.27.45 WIB dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, merusak beberapa wilayah di Sulawesi Tengah dan sekitarnya. Intensitas tertinggi mencapai skala VII MMI di Kabupaten Sigi, sementara skala VI MMI tercatat di Palu, Parigi Utara, dan Poso.
Direktur Gempabumi BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa bumi ini termasuk kategori dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault. Getaran yang terasa luas hingga wilayah Gorontalo membuat warga sejumlah daerah berhamburan keluar rumah.
Pertamina memastikan layanan energi tetap terjaga meski gempa bumi mengguncang wilayah tenggara Kota Palu. Dengan kinerja infrastruktur yang stabil, PT Pertamina menyiapkan pelayanan BBM dan LPG sebagai jaminan ketahanan masyarakat setelah peristiwa gejolak tersebut.
Update Gempa Palu: 20 Kali Gempa Susulan Terjadi
Pada pukul 12.00 WIB, BMKG melaporkan telah terjadi 20 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo tertinggi 5,1. Mekanisme sumber gempa menunjukkan aktivitas sesar aktif yang memicu pergerakan turun atau normal fault. Dampak kerusakan masih dalam proses pemantauan, terutama di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya.
Guncangan berkekuatan VII MMI diperkirakan merusak beberapa fasilitas di Kabupaten Sigi, sementara skala VI MMI tercatat di Palu, Parigi Utara, dan Poso. Getaran yang terasa luas hingga wilayah Gorontalo memperparah kekhawatiran warga sebagian daerah.
Kondisi gempa bumi ini diperkirakan tidak berdampak signifikan pada pasokan BBM dan LPG, tetapi Pertamina akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan ketahanan layanan energi.