BeritaLokal, Jakarta – Perusahaan pengelola aset kripto BitMine Immersion Technologies mengambil langkah strategis dengan membeli 76.881 unit Ethereum (ETH) seharga US$ 139 juta atau Rp2,46 triliun, serta menyelesaikan penawaran saham preferen BMNP. Perusahaan ini saat ini memiliki kepemilikan ETH lebih dari 5,6 juta unit, dengan nilai sekitar US$ 8,5 miliar atau Rp150,47 triliun. Kebijakan ini diperkuat oleh rencana pembelian saham preferen seri A yang bernilai hampir US$ 274 juta atau Rp4,85 triliun.
Mengutip Yahoo Finance, BMNP akan diperdagangkan pada Selasa waktu setempat dengan dividen tahunan 9,5% yang dibayarkan setiap minggu. Hasilnya diharapkan digunakan untuk mengakuisisi ETF tambahan, mendanai proyek infrastruktur, atau membeli kembali saham biasa BitMine (BMNR). “Penawaran saham preferen seri A merupakan diversifikasi neraca yang baik,” kata sumber terkait.
Saat ini, BitMine mempertaruhkan lebih dari 4,7 juta ETH, dengan nilai sekitar US$ 8,5 miliar atau Rp150,47 triliun. Jika perusahaan mempertahankan kepemilikan seluruh 5,6 juta ETH, pendapatan yang diperoleh mencapai US$ 269 juta atau Rp4,76 triliun. Saham BitMine naik lebih dari 6,6% pada Senin, mencapai harga sekitar US$ 17,18, setelah pasar memperkirakan kenaikan harga aset treasury karena kenaikan ETH hampir 9% dalam dua hari terakhir.
Kepemilikan kas BitMine meningkat menjadi lebih dari US$ 10,1 miliar atau Rp178,80 triliun. Kritik terhadap sistem keuangan fiat terus dianggap penting oleh Robert Kiyosaki, penulis buku Rich Dad Poor Dad. Menurutnya, dolar AS sebagai “uang palsu” yang nilainya menurun akibat pencetakan uang dan pertumbuhan utang. Kiyosaki memandang perlu investasi pada aset intrinsik seperti emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum untuk mengelola risiko.
Di sisi lain, ia menyebutkan bahwa harga perak masih lebih rendah dibandingkan emas, menjadikannya pilihan strategis. Emas, menurut Kiyosaki, adalah “uang Tuhan” karena digunakan sebagai penyimpan nilai selama ribuan tahun. Bitcoin, sementara itu, dianggap lebih inovatif dalam ekosistem blockchain dan memainkan peran utama dalam pengembangan aplikasi terdesentralisasi.
Saat ini, BitMine menempatkan Ethereum sebagai aset digital strategis. Kiyosaki menegaskan bahwa jika harus memilih satu aset, Bitcoin adalah pilihan terbaik dibandingkan emas, meski ia juga mengakui keuntungan dari perak dan emas dalam diversifikasi. Pasokan emas secara teori masih bisa bertambah melalui aktivitas penambangan, sementara jumlah Bitcoin dibatasi hanya 21 juta koin yang langka.
Dengan langkah ini, BitMine menggandakan strategi investasi mereka, memperkuat posisinya sebagai pemain utama di pasar aset digital. Kritik terhadap sistem keuangan fiat dan ekosistem blockchain semakin menjadi fokus perhatian para investor global.