Pertama di Dunia, Indonesia Punya Domain Khusus untuk Ekosistem AI

beritalokal.my.id, Jakarta – Indonesia akhirnya memiliki identitas digital mandiri untuk ekosistem kecerdasan artifisial (AI) melalui peluncuran domain tingkat kedua .ai.id.

Langkah strategis ini sekaligus mengakhiri ketergantungan para pelaku teknologi Tanah Air yang selama ini “menumpang” pada domain .ai, yang mana secara teknis merupakan kode negara milik Anguilla, sebuah wilayah kepulauan kecil di Karibia.

Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) mengklaim bahwa domain berbasis kode negara (country code top-level domain/ccTLD) ini merupakan pertama di dunia yang dirancang khusus sebagai identitas digital ekosistem AI suatu negara.

Kehadiran domain khusus ini diproyeksikan mampu memperkuat kedaulatan digital nasional secara signifikan.

“Kami ingin setiap startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang yang mencerminkan kebanggaan dan kompetensi bangsa di bidang kecerdasan buatan,” ujar Ketua Umum KORIKA, Hammam Riza, sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (1/6/2026).

Selama ini, dominasi penggunaan domain generic .ai milik Anguilla oleh korporasi lokal dinilai menciptakan paradoks identitas. Padahal, potensi pasar dan adopsi AI di dalam negeri tumbuh sangat masif.

45 Persen Pelaku Usaha di Indonesia Adopsi AI

Berdasarkan data Indonesia AI Report 2025, sekitar 45 persen pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi teknologi AI. Angka ini mencatatkan lonjakan pertumbuhan hingga 47 persen secara tahunan (year-on-year), menjadikannya salah satu yang tercepat di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai langkah awal, domain baru ini akan menampung lebih dari 4.000 anggota komunitas KORIKA, termasuk 300 anggota aktif yang terverifikasi.

Proyek pendelegasian identitas digital ini menjadi pilar krusial dalam strategi nasional AI demi merebut posisi sebagai kekuatan utama kecerdasan buatan di Asia Tenggara pada 2030.

 

Pendaftaran Domain .ai.id

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengumumkan bahwa pendaftaran domain .ai.id akan dibuka secara bertahap dalam empat tahapan demi menjaga keadilan akses:

  • Fase Sunrise (2 Juni–2 Juli 2026): Khusus bagi pemilik merek dagang terdaftar.
  • Fase Grandfather (13 Juli–13 Agustus 2026): Khusus bagi pemilik domain .id aktif.
  • Fase Landrush (24 Agustus–24 September 2026): Dibuka untuk umum dengan skema harga premium.
  • Fase General Availability (Mulai 5 Oktober 2026): Dibuka secara massal melalui registrar resmi PANDI.

PANDI menegaskan, jika terdapat perebutan nama domain yang sama oleh lebih dari satu pihak di setiap fasenya, maka penentuan pemenang akan diselesaikan melalui mekanisme lelang terbuka.

Sama halnya dengan status domain .gov.id untuk instansi pemerintah atau .ac.id untuk institusi akademik, .ai.id dirancang sebagai standar pembeda berpenghuni legal.

Domain ini menjadi jaminan kredibilitas mutlak bahwa layanan AI tersebut dikembangkan dan beroperasi sah di bawah yurisdiksi hukum Republik Indonesia.



error: Content is protected !!