Pengeboran Sumur JAS‑034 Produksi 326 BOPD Tanpa Kecelakaan

BeritaLokal, Jakarta – Rig Pertamina Drilling Tuntaskan Sumur JAS menjadi sorotan utama pada 15 Juli 2026 ketika fasilitas pengeboran menandai penutupan sambil meluncurkan uji produksi awal. Sumur JAS‑034, yang terletak di Zona 7 PT Pertamina EP di Struktur Jatiasri, Jawa Barat, memasok koridor produksi minyak 326 barel per hari (BOPD) di bawah choke 11 mm, menguatkan posisi Pertamina Drilling sebagai operator migas utama nasional.

Teknik operasional dimulai pada 3 Juni 2026 dengan rig PDSI#15.3/N110‑M berkapasitas 1500 hp. Dalam 44 hari segar, rig berhasil menuntaskan pengeboran tanpa kecelakaan kerja, meninggalkan catatan “zero accident” dan “zero NPT” (No Play Time). Struktur tim dipimpin oleh VP Rig Services Operation Komedi, yang menilai pencapaian ini sebagai bukti kolaborasi lintas departemen, standar keselamatan ketat, dan disiplin operasional tinggi.

Uji produksi pertama yang dilaksanakan pada 15 Juli 2026 menampilkan hasil yang menggembirakan. Sumur berhasil mengekstraksi 326 BOPD menggunakan choke 11 mm, dengan hasil hidrokarbon sesuai target. Komedi menyatakan, “Alhamdulillah sumur dapat diselesaikan dengan aman. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen Pertamina Drilling dalam menghadirkan layanan pengeboran yang aman, andal, dan efisien.” Penegasan ini menandai nilai tambah bagi pelanggan serta dukungan bagi peningkatan produksi migas nasional.

Secara teknis, JAS‑034 dibor secara directionals dengan profil J‑Type, mencapai kedalaman akhir 2,590 m MD atau 2,381.1 m TVD. Pengeboran menargetkan Formasi Baturaja pada lapisan BRF. Proses ini diselesaikan dengan efisiensi biaya, hanya mengonsumsi sekitar 63,16 % dari Authorized for Expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas. Efisiensi ini menambah reputasi Pertamina Drilling sebagai penyedia jasa pengeboran dengan efisiensi biaya tinggi dan kualitas pelaksanaan yang terjaga.

Meningkatkan Produksi Migas Nasional

Keberhasilan pengeboran dan uji produksi menegaskan kemampuan lapangan dalam menghasilkan hidrokarbon yang selaras dengan target nasional. Penumpukan data produksi yang akurat dan cepat mengarah pada perencanaan aktivitas lebih lanjut di Zona 7, sekaligus memfasilitasi algrimasitasi pertumbuhan kapasitas produksi. Peningkatan efisiensi biaya, keamanan, dan realistis demonstrasi target menempatkan Pertamina Drilling sebagai mitra strategis dalam jaringan energi Indonesia.

Workover Sumur L5A-309 Naik Gas

Paralel, Pertamina Drilling juga menyelesaikan workover pada Sumur L5A‑309 di Lapangan Limau, Sumatera Selatan, yang memakan waktu 5 hari, 50 % lebih cepat dari target 10 hari. Rig PDSI#34.1, dengan kapasitas 350 hp, memutuskan lapisan TAF‑W4 sebelum menengahkan lapisan TAF‑W3 melalui perforasi. Uji produksi pada 6 Juli 2026 mengangkat output gas menjadi 4,8 MMSCFD, tepat enam kali lipat target awal 0,8 MMSCFD, sekaligus mengaktifkan sumur langsung ke produksi (Put on Production).

Dinilai dari sisi biaya, workover ini hanya memakan 67,8 % dari anggaran yang dirancang, menunjukkan kecepatan dan keandalan tindakan lapangan. Sebelum workover, L5A‑309 hanya menghasilkan 2,6 barrel per hari dengan kandungan air mencapai 98 %, menandai kebutuhan akan strategi produksi baru yang berfokus pada gas.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menekankan bahwa “Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi, kompetensi perwira Pertamina Drilling, serta penerapan standar keselamatan dan operasional yang konsisten.” Ia menegaskan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menawarkan inovasi, efisiensi, serta keunggulan operasional untuk mendukung target produksi migas nasional.

Keberhasilan dua proyek tersebut menegaskan visibilitas Pertamina Drilling sebagai perusahaan jasa pengeboran dan energi yang tidak hanya mengutamakan keselamatan namun juga efisiensi biaya dan produktivitas. Dengan kedua proyek ini menunjukkan kemampuan teknis dan operasional, Pertamina Drilling memperkuat posisinya sebagai mitra penting dalam menjaga ketahanan energi negara.

Artikel Terkait

0