BeritaLokal, Jakarta – Pasar kripto yang terpantau mengalami koreksi signifikan memicu penutupan platform Satori Finance, perusahaan kripto yang didukung Coinbase Ventures dan Jump Capital. Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), perusahaan menyatakan akan menghentikan operasionalnya sejak 16 Juli mendatang, meski tetap beroperasi bulan depan. Keputusan ini disebabkan oleh tekanan keuangan yang menimpa bisnisnya dalam jangka waktu lama, kata perusahaan.
Satori Finance mencatat pendanaan dari investor pada 2022 sebesar US$10 juta atau Rp 178,47 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.850). Dana ini digunakan untuk perdagangan perpetual di Ethereum, BNB Chain, dan jaringan lainnya seperti Base dan Arbitrum. Namun, pendapatan yang didapatkan tidak mencukupi biaya operasional, sehingga perusahaan menilai platformnya tidak layak dilanjutkan secara finansial.
Perusahaan merekomendasikan pengguna untuk menutup perdagangan yang terbuka dan menarik aset mereka. “Aset Anda tetap aman selama periode transisi ini,” kata pihak perusahaan, menjelaskan bahwa pelanggan mungkin tidak lagi dapat mengakses dana mereka setelah platform berhenti beroperasi.
Satori Finance memiliki lebih dari 3 juta pelanggan dan total volume perdagangan sepanjang masa hampir US$99 miliar atau Rp 1.766 triliun. Fenomena penutupan perusahaan kripto seperti Satori Finance terus berlanjut, disertai dengan penutupan beberapa platform DEX lainnya, termasuk botanix Bitcoin dan Pudgy Party. Tren ini mencerminkan tekanan pasar yang menghancurkan harga kripto, terutama bitcoin yang turun 48% dari harga tertinggi US$126.080.
Perusahaan infrastruktur Syndicate Labs, Nifty Gateway, dan pemberi pinjaman DeFi ZeroLend juga tengah mengalami penurunan keuangan akibat krisis pasar kripto. Dalam konteks ini, Satori Finance menjadi contoh nyata dari perubahan yang terjadi dalam ekosistem kripto global, di mana tekanan finansial dan volatilitas harga memengaruhi keberlanjutan bisnis.
Tren penutupan perusahaan kripto semakin umum, dengan banyak platform DEX mengalami krisis keuangan dalam sepekan terakhir. Meski demikian, pihak perusahaan tetap berkomitmen pada menjaga keselamatan aset pengguna selama proses transisi.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto.