BeritaLokal, Jakarta – Aplikasi Mainan Pintar Berbasis AI Dilaporkan Rawan Bocorkan Data Pribadi
Dalam era teknologi yang semakin mengubah cara pengguna memperoleh edukasi anak-anak, mainan pintar berbasis AI kini menjadi bagian penting dalam aktivitas rumah tangga. Namun, kecanggihan ini juga menimbulkan risiko serius terhadap privasi dan keamanan data seseorang. Dalam laporan baru dari Cybernews, sejumlah aplikasi Android yang populer untuk mainan robotik anak (seperti Loona, Sphero, Miko, dan LEGO Education) ditemukan meminta izin akses berbahaya terhadap mikrofon, kamera, dan pelacak lokasi.
Pemilik perangkat, seperti orang tua, seringkali tidak menyadari bahwa aplikasi tersebut dapat mengakses data pribadi secara “tidak sengaja.” Dalam penelitian yang dilakukan oleh penyintas keamanan siber, 7 dari 10 aplikasi tersebut menunjukkan adanya pelacak iklan, profil perilaku, atau lokasi spesifik. Risiko ini terutama berdampak pada anak-anak, karena mereka belum memiliki pemahaman menyeluruh tentang risiko data yang mereka bagikan.
Faktor utama kelemahan tersebut adalah izin akses yang diberikan oleh sistem operasi Android. Dalam laporan itu, izin seperti pelacakan lokasi presisi, pemindaian Bluetooth, dan akses krusial terhadap mikrofon serta kamera dianggap “berbahaya” karena bisa membuka jalan bagi pihak ketiga untuk mengumpulkan informasi sensitif. Kebocoran data ini secara ilegal dapat menciptakan profil perilaku digital anak-anak, yang melanggar aturan Perlindungan Privasi Anak Online (COPPA).
Pemilik perangkat dianjurkan lebih selektif dalam memilih aplikasi dan mengontrol izin akses. Penyintas keamanan siber menegaskan bahwa prinsip “minimalkan data” harus diutamakan, sehingga hanya informasi yang diperlukan untuk fungsi utama aplikasi. Selain itu, orang tua perlu lebih aktif dalam memantau penggunaan gadget anak agar tidak terjebak dalam risiko kebocoran data.
Laporan ini menyoroti bahwa teknologi yang semakin canggih juga harus diimbangi dengan kesadaran dan tanggung jawab pihak-pihak terkait, termasuk pengembang aplikasi dan orang tua. Dalam konteks global, keamanan data anak-anak menjadi isu kritis yang perlu diperhatikan, terutama dalam masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi untuk mengajarkan dan menumbuhkan generasi masa depan.
Sumber: Cybernews (dilansir)