BeritaLokal, Jakarta – Harga minyak dunia mengalami perubahan kecil usai Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Pergerakan harga minyak dipengaruhi pernyataan Vance, yang menuturkan bahwa kapal tanker dengan muatan lebih dari 12 juta barel melintasi Selat Hormuz pada Kamis malam.
Sementara itu, harganya kembali stabil di pasar Brent, naik 30 sen menjadi US$ 79,85 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) terpuruk 19 sen ke USD 76,60 per barel. Kenaikan harga minyak sejak kesepakatan AS dan Iran pada Minggu lalu yang bertujuan mengakhiri perang turun lebih dari 11% telah dihambat oleh peristiwa terkini.
Kesepakatan antara Trump dan Pezeshkian menyatakan bahwa Iran harus memungkinkan kapal tanker melintasi Selat Hormuz tanpa dikenai bea selama 60 hari, sementara AS mengakhiri blokade angkatan lautnya. Wakil Presiden Vance menegaskan bahwa Iran “tidak menembaki kapal apapun” di Selat Hormuz sejak malam kemarin, meski perang udara Amerika Serikat dan Israel akhir pekan lalu terus berlangsung.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Vance mengatakan bahwa Iran “menghormati komitmen mereka” dalam kesepakatan tersebut. Pihak AS juga menegaskan bahwa Centcom memperbolehkan lebih dari 100 kapal untuk melewati blokade, meski terdapat perbedaan pada lalu lintas kapal tanker sebelum konflik.
Analisis pasar menyebutkan bahwa harga minyak akan menghadapi tekanan akibat data pasokan yang menurun di akhir tahun ini. Presiden Rapidan Energy Bob McNallu menekankan bahwa perjanjian antara AS dan Iran adalah “gencatan senjata sementara” yang memungkinkan negara-negara Arab Teluk meningkatkan produksi minyak untuk mencegah krisis pasokan musim panas.
Sementara itu, Direktur Kpler Matt Smith mengklaim bahwa lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz masih “tidak signifikan” hingga Kamis pagi, meski tiga kapal tanker Saudi dengan muatan 6 juta barel terlihat di Teluk Oman. Analis Energy Aspects Amrita Sen menilai pasar minyak mengabaikan faktor persediaan yang mencapai rekor terendah, meskipun kenaikan harga biasanya diharapkan.
Karena itu, pergerakan kapal tanker mungkin tidak kembali ke tingkat sebelum konflik dalam semalam, menurut analisis Sen. “Semua akan lebih bertahap,” kata Sen, dengan mengatakan bahwa kapal yang terjebak akan keluar secara bertahap, tetapi lalu lintas kapal tanker mungkin tidak kembali ke level sebelum perang.
Harga minyak dunia masih berfluktuasi karena faktor-faktor seperti lalu lintas kapal dan persediaan minyak di pasar internasional. Perubahan ini menunjukkan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran mungkin mempercepat kembali stabilitas pasokan, meski tantangan terus ada.