BeritaLokal, Jakarta – Pasar kripto terus mengamati dinamika geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Harga Bitcoin (BTC) stabil di kisaran US$ 64.000 sejak akhir pekan, meski sempat melemah di bawah level itu pada Jumat. Perdagangan kripto lainnya juga mengalami kenaikan, dengan Ether naik 3,3% dan Solana menembus titik rekor US$ 73.
Negosiasi gencatan senjata antara AS dan Iran, yang diumumkan sebelumnya oleh Presiden Donald Trump, tetap menjadi pemicu utama pergerakan pasar. Kondisi ketidakpastian terutama terkait ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran menyebabkan investor memilih menunggu hasil negosiasi lebih lanjut. Dalam rangka mengantisipasi potensi kenaikan harga minyak, pasar kripto mungkin mengalami tekanan terhadap aset berisiko.
Sementara itu, analisis menyebutkan bahwa Bitcoin masih bergerak dalam kisaran harga yang terbatas. Jika ancaman penutupan Selat Hormuz benar-benar terealisasi, harga minyak berpotensi melonjak dan tekanan pada aset kripto bisa membaik. Namun, jika negosiasi gencatan senjata berjalan lancar, geopolitik dapat mereda dan memberikan dorongan positif bagi pasar keuangan.
Pada akhir pekan, investor tetap menunggu keputusan dari pembicaraan AS-Iran. Situasi ini memperkuat kewaspadannya terhadap risiko global. Selama ini, harga Bitcoin belum menunjukkan tren signifikan, dan pergerakannya masih dipengaruhi oleh dinamika geopolitik.