BeritaLokal, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan perusahaan asuransi tetap menjaga kehati-hatian dalam pengelolaan investasi di tengah situasi pasar keuangan yang berfluktuasi. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa volatilitas IHSG 2026, terutama koreksi yang signifikan sepanjang tahun, memengaruhi kinerja produk PAYDI atau unit link.
“Volatilitas pasar modal, termasuk koreksi IHSG, memberikan dampak pada kinerja produk PAYDI, terutama bagi unit link yang memiliki porsi investasi di instrumen saham,” ujar Ogi dalam diskusi PPDP Regulatory Disemination Day, Jakarta, Senin (13/4/2026). Meski demikian, data posisi April 2026 menunjukkan tren positif dengan pendapatan premi mencapai Rp 14,86 triliun atau tumbuh 11,14% YoY.
Ogi menjelaskan bahwa kebijakan investasi adalah kewenangan perusahaan asuransi sesuai karakteristik produk dan profil risiko nasabah. “Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, OJK terus memastikan pengelolaan investasi prudensia, tata kelola investasi kuat, serta manajemen risiko efektif,” katanya.
Selain itu, OJK mendorong transparansi produk dan edukasi kepada nasabah untuk memahami karakteristik dan risiko investasi yang terkait dengan PAYDI. Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan bahwa investasi di pasar modal Indonesia adalah jangka panjang. Ia menyebut kinerja ekonomi Indonesia sebagai fondasi penting untuk pertumbuhan.
“Kita harus tetap memperkuat daya tahan sektor jasa keuangan dan penguatan ekosistem UMKM,” kata Friderica dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026). Dikatakan ia, target pertumbuhan ekonomi 2027 membutuhkan pembiayaan yang besar untuk mendukung sektor pertumbuhan.
Sementara itu, IHSG terkoreksi akibat faktor global dan dinamika pasar. Ogi menegaskan bahwa kebijakan investasi harus tetap berfokus pada jangka panjang meskipun situasi pasar mengalami kenaikan volatilitas. “Investasi di pasar modal adalah alat untuk membangun ekonomi jangka panjang, tidak hanya sebagai investasi singkat,” katanya.
Poin penting lainnya meliputi peran OJK dalam mendorong transparansi dan edukasi terkait risiko investasi. Dengan demikian, keberlanjutan kinerja PAYDI dan produk sejenis diharapkan terus dipertahankan meskipun tantangan pasar tetap ada.