BeritaLokal, Lumajang – Hana Saraswati kembali memenuhi layar lebar dengan perannya sebagai Lastri Arwah Kembang Desa, film drama yang menggabungkan elemen urban legend dan narasi dua lini masa. Dalam kisah ini, karakter Lastri, istri setia yang mencintai suaminya, menjadi cerita tragis berkat kekandasannya dalam rumah tangga bersama Turenggo. Film ini dirilis pada 16 Juli 2026 dan diproduksi oleh sineas Hendry Tivo dari Pati, Jawa Tengah.
Selain daya tarik urban legend yang dikenal publik hingga kini, film ini juga menampilkan naskah unik dengan dua fase waktu: 1980-an dan 2020-an. Hana Saraswati mengungkapkan bahwa kisah Lastri tidak hanya tentang menakut-nakuti, tetapi juga tentang perjalanan kehidupan yang memperkaya cerita drama. “Film ini membawa kita ke dua masa lalu, dengan naskah yang apik dan dramatis,” kata Hana Saraswati dalam wawancara terkait film tersebut.
Pemilihan lokasi syuting menjadi daya tarik lainnya. Setiap scene dimaksudkan untuk menciptakan suasana horor, seperti rumah kosong bekas peninggalan Belanda yang berada di tengah pabrik gula. Hana Saraswati menjelaskan bahwa set ini ditujukan untuk menggambarkan atmosfer yang menegangkan, meski tidak secara eksplisit menyebutkan keberadaan hantu atau klenik.
Gary Iskak, aktor yang meninggal dunia pada November 2025, memperkuat film ini sebagai pemeran pengganti dalam poster. Audy Bella, produser film, menegaskan bahwa foto Gary Iskak dalam poster menggunakan body double untuk menggambarkan keindahan wajah almarhum. “Ia adalah seniman dengan vibes positif dan berdedikasi,” kata Audy Bella.
Film Lastri Arwah Kembang Desa juga mendalami perjalanan Lastri dari masa kehidupannya hingga menjadi urban legend, menggabungkan elemen sejarah dan kejadian lokal. Dengan alur yang tidak membingungkan dan penokohan solid, kisah ini menawarkan pengalaman cerita yang luar biasa bagi pembaca.